Yusril Isak Mahendra Bersama Dua Orang Kawannya Hilang di Laut Sawu

Yusril Isak Mahendra Bersama Dua Orang Kawannya Hilang di Laut Sawu

Tiga orang nelayan asal Manggarai Timur hilang di perairan Laut Sawu. Ketiganya dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan. (Ilustrasi - ist)

KUPANG, dawainusa.com – Yusril Isak Mahendra (15), pria asal Kabupaten Manggarai Timur dan dua orang kawannya Indra Rusmi (23) dan Marselinus Risman Cimpa (15) yang juga berasal dari daerah yang sama, hilang di perairan Laut Sawu. Ketiganya dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan pada Selasa, (10/7).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, I Putu Sudayana mengatakan, hingga hari ini, ketiga orang nelayan tersebut belum ditemukan. Pihaknya pun kata Putu, baru menerima laporan kehilangan itu pada Kamis, (12/7).

“Sampai saat ini tiga nelayan itu belum ditemukan. Kami baru dilaporkan adanya peristiwa ini pada Kamis (12/7) malam,” kata I Putu Sudayana di Kupang sebagaimana dilansir Antara Jumat (13/7).

Baca juga: Setelah Ahok Bebas, Ini yang Akan Dilakukan PKS

Menurut Putu, salah satu kendala dalam melakukan pencarian terhadap korban adalah tidak ditemukannya titik kordinat saat mereka sedang berlayar.

“Menurut keluarga korban ketika nelayan itu pergi mencari ikan di perairan Laut Sawu, namun posisi kordinatnya tidak diketahui sehingga menjadi kendala dalam melakukan pencarian terhadap ketiga korban tersebut,” katanya.

Kendala lain kata Putu adalah Kapal yang ditumpangi Korban tidak dilengkapi dengan fasilitas telekomunikasi maupun GPS, sehingga menambah kesulitan untuk menemukan titik kordinat.

“Posisi kordinat ketiga korban tidak diketahui sehingga tidak bisa dilakukan pencarian ke perairan Laut Sawu yang sangat luas, karena kapal yang nahas itu tidak dilengkapi dengan fasilitas telekomunikasi maupun GPS,” kata Putu.

Putu mengatakan, sebelumnya upaya pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas Maumere serta unsur potensi SAR lainnya, seperti Lanal Maumere, Polair Polda NTT, BPBD Manggarai Timur serta Syahbandara di Pulau Flores dan Nus Tenggara Barat.

Terus Lakukan Pencarian

Putu mengatakan, upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sejauh ini, Basarnas Maumere telah berkordinasi dengan stasiun radio pantai di NTT untuk menyiarkan berita kehilangan tiga korban itu kepada seluruh armada kapal yang melintas di perairan Laut Sawu untuk membantu mencari ketiga korban yang hilang.

Ia kemudian berharap, para nelayan di Pulau Flores agar selalu mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG karena cuaca di perairan Flores dan Sawu saat ini sangat buruk karena gelombang mencapai 1-2,5 meter disertai angin kencang sehingga tidak memungkinkan untuk melaut.

Baca juga: Mahfud MD Beberkan isi Pembicaraan Tertutup dengan Jokowi

“Kami berharap kapal-kapal nelayan dilengkapi juga dengan fasilitas telekomunikasi dan GPS, sehingga ketika terjadi kecelakaan di laut akan memudahkan Basarnas untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Basarnas Kupang Abram Benyamin Kolimon mengatakan, kondisi wilayah perairan setempat sedang dilanda gelombang tinggi, untuk itu ia mengimbau para pengguna jasa penyeberangan laut agar memantau cuaca dengan mengikuti informasi dari BMKG setempat.

Laporan BMKG Kupang juga mencatat kecepatan angin di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur berkisar antara 10-15 knot per jam, sehingga cukup membahayakan keselamatan kapal yang tengah berlayar.

“Sehingga apabila ada larangan yang disampaikan BMKG maka tidak boleh melaksanakan kegiatan pelayaran, karena kita tentu tidak menginginkan adanya musibah,” katanya.

Lebih lanjut, Abram mengatakan, untuk penanggulanngan kecelakaan dalam kondisi cuaca buruk, pihaknya sudah membentuk posko siaga SAR sejak 20 Desember 2017 di sejumlah tempat strategis yang berpotensi rawan kecelakaan.

Beberapa tempat strategis itu seperti, Bandara Udara El Tari Kupang, Pelabuhan Tenau di Kota Kupang serta Pelabuhan Feri, Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.*