Dawainusa.com — Youtube akhirnya menghapus video wawancara musisi Erdian Aji Prihartanto atau populer dikenal Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan antibodi Covid-19 untuk menyembuhkan pasien virus corona (Covid-19).

Video tersebut sempat trending di Twitter pada 2 Agustus, di mana pada pukul 22.00 WIB, sudah terdapat lebih dari 60.000 twit tentang Anji.

Dalam video yang tayang pada 31 Juli di akun Dunia Manji, Hadi mengaku sebagai seorang profesor, pakar mikrobiologi, sekaligus Kepala Tim Riset Formula Antibodi Covid-19.

Hadi mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan antibodi Covid-19 berbahan herbal dan telah diberikan pada ratusan ribu orang di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Selama masa percobaan, obat herbal tersebut ternyata bisa menyembuhkan.

Cairan antibodi Covid-19 tersebut, kata Hadi, juga telah diberikan kepada ribuan pasien di Wisma Atlet, Jakarta, dengan lama penyembuhan 2-3 hari.

“Kita sudah bagikan hampir 250.000 lebih, kita sudah bagikan ke masyarakat, mereka sudah konsumsi dan alhamdulillah yang sudah terinfeksi sembuh semua,” ujar Hadi dikutip dari akun dunia MANJI¬†sebelum dihapus, Minggu (2/8).

Namun sejak 2 Agustus malam, video berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!” dihapus otoritas Youtube setelah menuai kontroversi di media sosial mengenai konten percakapan kedua tokoh tersebut.

Netizen melaporkan bahwa video tersebut mengandung konten bermasalah karena dianggap meresahkan publik di tengah upaya serius memerangi pandemi.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Okezone.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Okezone.

Perlu Diverifikasi

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan bahwa klaim Hadi dalam video tersebut adalah pembodohan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun menambahkan bahwa informasi soal klaim obat Covid-19 dari Hadi Pranoto perlu diverifikasi.

Otoritas kesehatan tidak terlalu mempersalahkan klaim bahwa obat tertentu bisa menyembuhkan virus corona. Sebab di Indonesia, kata Wiku, telah diatur tentang produk herbal berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Karena itu, kepada Kompas.com, Minggu (2/8), ia meminta agar pemerintah perlu memeriksa apakah obat yang diklaim Hadi tersebut sudah terdaftar di BPOM atau Kementerian Kesehatan atau tidak.

Bilamana ramuan herbal tersebut masih dalam tahap penelitian dan belum ada bukti ilmiah tentang keamanan dan efektivitasnya, maka tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat.

Wiku pun mempertanyakan kompetensi akademik Hadi Pranoto karena pihaknya belum mengetahui secara jelas latar belakang profesor tersebut.

“Apakah yang bersangkutan ini seorang profesor atau peneliti? Dari institusi perguruan tinggi atau riset mana seperti yang sedang beredar saat ini?” tuturnya.

Perlu Presentasi Ilmiah

Musisi yang juga dokter, Teuku Adifitrian atau dikenal Tompi, mengatakan bahwa Anji perlu mengecek latar belakang Hadi Pranoto sebelum melakukan wawancara.

Karena hal itu berkaitan dengan klaim kebenaran agar dapat diterima secara rasional oleh publik. Bahwa temuan tersebut telah dilakukan secara ilmiah oleh tim Hadi.

“Lagi heboh banget ama berita @duniamanji wwcra profesor penemu obat covid, bukan GAK MUNGKIN loh, bs ajaa bener. Tp begini anji, sebuah penemuan apalagi medis ya… HARUS di presentasikan dengan tata cara ilmiah, supaya teruji terukur dan bs diulang,” tulis Tompi melalui akun Twitter @dr_tompi.

Tompi tidak menampik fakta bahwa obat tersebut bisa menyembuhkan pasien dalam takaran atau level tertentu. Namun ia tetap meminta agar klaim tersebut harus dibuktikan dan dipresentasikan secara ilmiah.

“Di sini saya menghimbau sang profesor untuk mempublikasikannya. Bila bener, wah pasti ini akan jadi berita superhero dunia. Ayo.. kita dukung beliau publish supaya gak berkembang pendapat negatif,” tambah Tompi.

Kepada masyarakat, baik Wiku maupun Tompi pun berpesan agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Khusus untuk figur publik dan tokoh masyarakat, Wiku meminta agar selalu berhati-hati terhadap sumber informasi atau referensi sebelum menyebarkannya kepada publik.

“Silakan check dan re-check pada sumber yang benar dan ahlinya,” katanya.

Akhirnya, Wiku mengingatkan semua pihak untuk menjaga ketenangan masyarakat yang sedang bersama-sama dan bersatu menghadapi Covid-19.

“Itulah cara yang paling efektif pada saat ini untuk mencegah tertular Covid-19. Untuk yang sakit serahkan pengobatannya pada para dokter di rumah sakit,” tutupnya. (Kompas)