Yang Bakal Dilakukan PKS Jika Salim Segaf Ditolak Prabowo

Yang Bakal Dilakukan PKS Jika Salim Segaf Ditolak Prabowo

Prabowo belum juga memberikan kepastian soal nama Salim Segaf Al-Jufri yang menjadi salah satu cawapres Prabowo yang diusulkan berdasarkan ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). (Foto: Prabowo Subianto & Salim Segaf - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Majelis Syurio PKS Salim Segaf Al-Jufri menjadi salah satu nama cawapres Prabowo yang diusulkan berdasarkan ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Namun hingga saat ini, Prabowo belum juga memberikan kepastian. Sementara ustaz Abdul Somad, yang juga direkomendasikan GNPF memilih untuk menolak tawaran cawapres.

Pasalnya, PKS sudah mempersiapkan langkah antisipatif menjaga kemungkinan terburuk apabila Salim Segaf tidak bakal dipilih Prabowo. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengatakan, ada delapan nama lain yang menjadi stok cawapres yang nantinya bakal diajukan PKS jika Salim Segaf tidak dipilih.

“Kan masih banyak yang lain, masih banyak. Kita terus aja sembilan itu biar Pak Prabowo nyaman. Kalau PKS siap menang pokoknya,” tutur Mardani, Minggu (5/8).

Baca juga: Soal Pidato Kontroversial Jokowi, Demokrat dan Gerindra Beda Gaya Respon

Jika pada akhirnya kursi cawapres tak diberikan pada PKS, Mardani mengaku masih akan memikirkan power sharing yang mungkin akan terjadi dalam koalisi. Majelis Syuro PKS, demikian Mardani, akan mengadakan rapat pada pekan depan. Rapat ini akan digunakan untuk menentukan sikap PKS soal cawapres.

“Tentu itu akan menjadi klausul baru dibahas di Majelis Syuro. Itu ranah Majelis Syuro. Akan ada rapat lagi dengan Majelis Syuro,” tegasnya.

PKS Diminta Tidak Bersikukuh

Sebelumya, PAN yang yang juga menjadi salah satu parpol koalisi Prabowo, meminta PKS untuk tidak memaksakan rekomendasi pertemuan ulama GNPF. Ketua Umum PAN Zulkifli mengatakan, pada akhirnya figur cawapres akan ditentukan oleh kesepakatan partai koalisi dan capres.

“Kita jangan kukuh-kukuhan, capres itu kan bakal memilih pendamping, pada akhirnya nanti capres yang akan menentukan,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/7) lalu.

Baca juga: Pidato Jokowi dan Narasi Kekerasan yang Diucapkan Jelang Pilpres

PAN juga berkomitmen untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan soal cawapres kepada Prabowo Subianto. Zulkifli menegaskan, pada akhirnya keputusan cawapres akan diserahkan kepada Prabowo.

Demokrat pun mempunyai sikap yang sama seperti PAN. Waketum Demokrat Syarief Hasan, mengatakan, SBY menyerahkan seluruh keputusan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Pak SBY meresponnya bahwa semuanya kita serahkan pada capresnya. Karena kan pengalaman beliau selama dua periode waktu milih cawapres itu betul-betul di tangan Pak SBY sendiri. Baru setelah itu disampaikan pada parpol koalisi,” kata Syarief Hasan di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Senin (30/7).

Sebelumnya, PKS mengungkapkan alasan untuk memperjuangkan rekomendasi capres dan cawapres dari ijtima ulama. Alasannya, karena PKS merupakan partai yang dilahirkan dari para ulama.

“Selain ada aktivis di kampus, ada para birokrat yang kemudian menopang juga PKS, tentu saja mereka mundur dari status ASNnya waktu itu, dan itu terbentuknya PKS tidak pernah lepas dari para ulama dan dukungan umat,” kata Sekjen PKS Mustafa Kamal di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Senin (30/7).*