Waspada, Gelombang Setinggi 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan NTT

Waspada, Gelombang Setinggi 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan NTT
Foto: Dawainusa.com - Web/@antara

Dawainusa.com – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diingatkan seoal adanya gelombang setinggi 2,5 meter yang berpotensi terjadi di beberapa titik.

Hal tersebut berdasarkan laporkan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca: Ikut Wajib Militer, Aktor Pasha Lee Tewas Ditembak Tentara Rusia

Dalam laporan tersebut gelombang setinggi 2,5 meter berpeluang terjadi di lima titik perairan NTT selama beberapa hari ke depan.

Nelayan NTT Diminta untuk Waspada


Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang BMKG, Syaeful meminta masyarakat, khususnya nelayan untuk mewaspadai risiko terkait potensi adanya gelombang tinggi tersebut.

“Potensi gelombang 2,5 meter perlu diwaspadai karena berisiko tinggi terhadap perahu nelayan maupun pelayaran kapal tongkang,” kata Syaeful pada Selasa, 8 Maret 2022.

Syaeful menerangkan hal tersebut berkaitan dengan peringatan gelombang tinggi di perairan NTT yang berpotensi terjadi sejak 8 hingga 10 Maret 2022.

Baca: Netizen Kaget, Leonardo Dicaprio dan Tobey Magiure Minum Es Kelapa di Bali

Menurut Syaeful, gelombang setinggi 2,5 meter itu berpeluang terjadi di beberapa titik, seperti Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu bagian selatan.

Titik lain juga berpeluang dilanda gelombang tinggi yakni Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, perairan selatan Kupang-Rote, serta Samudera Hindira selatan Kupang-Rote.

Angin Kencang Juga Patut Diwaspadai

Waspada, Gelombang Setinggi 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan NTT
Foto: Dawainusa.com – Web/@bisnis

Syaeful berharap potensi gelombang tersebut dapat menjadi perhatian para nelayan dan warga sekitar.

“Potensi gelombang tinggi ini diharapkan menjadi perhatian para nelayan maupun operator kapal untuk mengantisipasi dampak di laut,” ujarnya melansir Antara.

Syaeful juga menilai, potensi angin kencang lebih dari 15 knot juga perlu diwaspadai.

Baca: Sindir Feni Rose, Nikita Mirzani Langsung Dihujat Warganet

Potensi tersebut juga dapat berisiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.

Dalam keterangan yang sama, Syaeful menjelaskan terkait kondisi sinoptik angin, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatannya sekira 5 hingga 35 knot.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.