Di NTT, Warga yang Tidak Mau Divaksinasi Covid-19 Diancam Tak Diberi Bansos
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan memberikan sanksi kepada warganya yang tidak mau divaksinasi Covid-19.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, sanksi yang diberikan kepada warga tersebut berupa tidak disalurkannya berbagai bantuan sosial (bansos).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ini 10 Jenis Bantuan Pemerintah ke Masyarakat

“Kami akan bertindak lebih tegas lagi kepada warga Kota Kupang yang tidak mau melakukan vaksinasi akan dikenakan sanksi administrasi,” kata Jefri Riwu Kore di Kupang, Selasa (27/7).

Adapun hal itu, demikian Riwu Kore, terkait implementasi dari kebijakan PPKM Level 4 di Kota Kupang, yang mulai berlaku dari 26 Juli hingga 3 Agustus mendatang.

Sanksi Lain yang Akan Diberikan bagi Warga yang Tidak Mau Divaksinasi Covid-19

Selain sanksi tersebut, sanksi lainnya yang akan diberikan bagi warga yang tidak mau divaksinasi Covid-19 ialah seluruh layanan administrasi pemerintahan tidak akan dilayani.

“Pemberian layanan administrasi pemerintahan, seperti pembuatan KTP, akta dan dokumen kependudukan lainnya, tidak akan dilayani,” ujar Riwu Kore.

Baca juga: Sempat Viral Karena Pesta Miras, 3 Pol PP di NTT Positif Covid-19

Karena itu, demikian Riwu Kore, agar tidak mendapatkan sejumlah sanksi tersebut, setiap warga Kota Kupang harus bersedia untuk divaksinasi Covid-19.

Adapun pengecualian tidak divaksinasi Covid-19 ialah bagi warga yang memang secara medis tidak diperbolehkan. Hal itu pun harus dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit.

Syarat untuk Dapat Menerima Vaksin Covid-19

Untuk diketahui, agar dapat menerima vaksin Covid-19, setiap orang wajib memenuhi sejumlah syarat.

Syarat tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/2/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menerima vaksin Covid-19? Berikut persyaratannya.

Baca juga: Sedih! Akibat Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, 2 Warga NTT Meninggal Dunia

Pertama, tidak terkonfirmasi covid-19. Jika pernah positif corona, sudah sembuh minimal tiga bulan sejak terkonfirmasi.

Kedua, berusia di atas 18 tahun. Sementara masyarakat lansia sudah bisa mendapat vaksin covid-19. Ketiga, tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.

Keempat, bagi ibu hamil, vaksinasi ditunda sampai melahirkan. Sementara ibu menyusui boleh divaksinasi.

Kelima, jika memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan atau reaksi berat lainnya karena vaksin, maka vaksinasi diberikan di rumah sakit.

Keenam, jika memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya, maka tidak diberikan lagi untuk vaksinasi dosis kedua.

Ketujuh, orang yang mengidap penyakit kronik (seperti penyakit paru obstrujtif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit hati atau liver) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

Kedelapan, apabila dalam pengobatan TBC lebih dari dua minggu, maka vaksinasi dapat diberikan.

Kesembilan, jika menyandang dan sedang mendapat pengobatan penyakit kanker, maka vaksinasi tidak dapat diberikan, kecuali ada surat rekomendasi dari dokter yang merawat.

Kesepuluh, apabila sedang mendapat pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfuse, maka vaksinasi ditunda dan dirujuk.

Kesebelas, bagi penderita penyakit autoimun sistemik, maka vaksinasi ditunda dan dikonsultasikan kepada dokter yang merawat.

Kedua belas, pemilik riwayat penyakit epilepsi, vaksinasi dapat diberikan jika dalam keadaan terkontrol.

Ketiga belas, jika menyandang penyakit diabetes melitus yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Keempat belas, untuk orang dengan HIV yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Kelima belas, bila mendapat vaksinasi lain selain vaksin covid-19 kurang dari satu bulan terakhir, maka vaksinasi ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.*