Dawainusa.com Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial tunai berupa uang Rp 600 ribu yang diberikan ke masyarakat.

Dana yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial dan disalurkan berdasarkan pendataan RT/RW itu akan berlangsung selama tiga bulan.

Baca juga: Dampak Corona, Ribuan Pekerja Migran Akan Dipulagkan ke NTT

Meski demikian, ada juga warga yang menolak bantuan pemerintah pusat tersebut. Mereka tentu punya alasan, mengapa mereka tidak ingin menerima bantuan tunai tersebut.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya. Melansir Kompas.com, Selasa (12/5/2020), seorang warga bernama Simon Lunu Kase (67), mengembalikan dana bantuan sosial sebesar Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat.

Warga Desa Nobi-nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu punya alasan. Ia mengaku masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga dari penghasilannya sebagai penjual air. Karena itu dirinya merasa tak layak menerima uang bansos tersebut.

Simon sempat menghubungi Kepala Desa Nobi-nobi, tapi sang kepala desa tak mengangkat telepon tersebut. Simon lalu menuju Kelurahan Niki-niki untuk mengembalikan uang itu.

Simon menyerahkan uang itu ke Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten TTS Andri Penturi. Kebetulan, Andri sedang berada di Kelurahan Niki-niki. Kepada Andri, Simon berpesan agar uang itu diserahkan kepada Nenek Henderina, seorang tetangganya yang hidup sendiri.

Simon mengaku iba dengan kondisi kehidupan ekonomi Nenek Henderina. Henderina, kata dia, tinggal bersama seorang anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Nenek Henderina pun dinilai lebih layak mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya makan pakai ini uang jadi tidak enak, karena di samping saya ada yang lebih membutuhkan. Saya kasihan lihat Nenek Henderina. Tuhan tahu hati saya, kenapa saya mau kembalikan ini,” kata Simon dilansir Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Simon Lunu Kase (67) warga Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengembalikan bantuan sosial Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat(Dokumen Paul)
Simon Lunu Kase (67) warga Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengembalikan bantuan sosial Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat (Dokumen Paul-Kompas.com)

Tolak Uang Bansos yang Dikembalikan Simon

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten TTS Andri Penturi menolak menerima uang bansos sebesar Rp 600.000 yang dikembalikan Simon.

Menurut Andri, dirinya harus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial TTS. Ia pun meminta Simon menyimpan uang tersebut. Ia akan memberi tahu Simon keputusan Dinas Sosial terhadap uang bantuan tersebut.

Baca juga: Hasil Swab di Kupang, Pasien Positif Covid-19 di NTT Bertambah Tiga Orang

Bupati TTS Epy Tahun memberi apresiasi atas tindakan yang dilakukan warganya tersebut. Ia pun berharap masyarakat lain meniru sikap terpuji Simon.

“Iya betul, ada warga yang menolak bantuan itu. Mereka menyadari bahwa pengaruh Covid-19 ini terjadi juga pada usaha yang sementara digeluti. Tapi kalau dilihat dari kelayakan dan kepantasan, mereka memang tidak layak dan tidak pantas untuk menerima bantuan itu,” ujar Epy.*