Soal Proyek TN Komodo, Walhi NTT: Konservasi Seharusnya Diutamakan, Bukan Pariwisata

Direktur Eksekutif Walhi NTT Umbu Wulang Tanaamah Paranggi melayangkan komentar terkait pembangunan proyek yang dilakukan oleh pemerintah di TN Komodo

Soal Proyek TN Komodo, Walhi NTT Konservasi Seharusnya Diutamakan, Bukan Pariwisata
Wisatawan Berfoto dengan Komodo - ist

KUPANG, dawainusa.com Direktur Eksekutif Walhi NTT Umbu Wulang Tanaamah Paranggi melayangkan komentar terkait pembangunan proyek yang dilakukan oleh pemerintah di TN Komodo.

Umbu mengatakan, pemerintah seharusnya lebih fokus memperhatikan perlindungan konservasi Komodo ketimbang soal pariwisata di wilayah TN Komodo.

“Boleh dibilang konservasinya ini yang dipremiumkan, yang harusnya premium itu konservasinya bukan urusan wisatanya,” kata Umbu, Selasa (3/8).

Baca juga: Gubernur NTT Buka Suara Soal Permintaan UNESCO untuk Hentikan Proyek di TN Komodo

Selain itu, Umbu juga menegaskan, pemerintah harus mengutamakan upaya terpadu dan berkelanjutan terkait perlindungan ekosistem di TN Komodo.

Ia mengatakan, hal tersebut sangat penting lantaran ke depannya, ada banyak tantangan yang akan dihadapi seperti pencurian anak komodo, pencurian mata rantai komodo, hingga penyelundupan terumbu karang.

Hal-hal seperti itu, demikian Umbu, yang mesti menjadi fokus dan diutamakan oleh pemerintah. “Artinya urusan-urusan beginilah yang harusnya jadi prioritas,” ujar Umbu.

Soal Pembangunan Proyek TN Komodo, Manggarai Barat, NTT

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah telah sedang membangun proyek di TN Komodo sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, NTT.

Salah satu kawasan yang akan mengalami perubahan desain secara signifikan di Kawasan TN Komodo ini ialah Pulau Rinca. Pemerintah dengan investor swasta akan menyulap pulau habitat komodo ini secara besar-besaran sebagai destinasi wisata super premium.

Mereka mengklaim bahwa proyek yang dikerjakan di wilayah tersebut tidak merugikan lingkungan sekitar. Sebab, pemerintah sudah memikirkan aspek ekologis berkelanjutan bagi spesies Komodo dan sosial atasnya.

Baca juga: Viktor Laiskodat ke Pihak yang Tak Setuju Proyek TN Komodo, Lakukan Riset Ulang

Adapun terkait dengan proyek di TN Komodo ini menuai polemik. Banyak pihak yang menyoroti pembangunan tersebut lantaran dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya.

Salah satu pihak yang secara resmi menyoroti pembangunan proyek tersebut ialah pihak United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Pihak UNESCO meminta agar Pemerintah Indonesia segera menghentikan pembangunan proyek di TN Komodo ini karena berindikasi berpotensi memiliki dampak pada Nilai Universal yang Luar Biasa (OUV) pada kawasan tersebut.

Permintaan pihak UNESCO tersebut tertuang dalam dokumen Komite Warisan Dunia UNESCO bernomor WHC/21/44.COM/7B yang diterbitkan setelah konvensi online pada 16-31 Juli 2021.

UNESCO menyatakan, penghentian pembangunan proyek pariwisata tersebut dilakukan sampai pemerintah Indonesia mengajukan revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk ditinjau oleh Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN).*