Wakil Gubernur NTT Minta Pendamping Desa Agar Bekerja dengan Baik

Wakil Gubernur NTT Minta Pendamping Desa Agar Bekerja dengan Baik

KUPANG, dawainusa.com – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosef Nae Soi meminta kepada para pendamping desa agar dapat mengelolah dana desa dengan baik dan adil.

Ungkapan itu disampaikan oleh Nae Soi ketika menghadiri kegiatan Pelatihan Peningkatan Pendamping Lokal Desa Rayon V di Hotel Sylvia, Kota Maumere, Pulau Flores, Senin (5/11).

Baca juga: Soal Korupsi di NTT, Wakil Gubernur Nae Soi Akan Datangkan KPK

Pada kesempatan itu, Nae Soi menegaskan kepada para pendamping desa agar dapat berkerja secara lebih profesional. Mereka tidak boleh memanfaatkan atau menyalahgunakan jabatannya untuk mencapai keuntungan pribadi.

Menurut Nae Soi, permintaan ini merupakan hal yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh setiap pendamping desa. Sebab tonggak kesejahteraan masyarakat desa ialah ada di tangan para pendamping desa tersebut.

“Saya minta kerja dengan hati dan punya komitmen. Pendamping desa juga agen pembaharuan di desa,“ kata Nae Soi dilansir Pos Kupang.

Wakil Gubernur Nae Soi Nilai Potensi Korupsi Dana Desa Sangat Besar

Wakil Gubernur Nae Soi menyadari bahwa honor untuk para pendamping desa memang sangat kecil jika dibandingkan dengan dana desa yang akan mereka dampingi pengelolahannya, yang jumlahnya sangat besar.

Akan tetapi, ia mengatakan bahwa hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi mereka untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka mesti mampu bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya di setiap desa yang akan didampinginya itu.

Selain itu, hal penting lain yang mesti diperhatikan oleh para pendamping desa tersebut ialah soal integritas diri. Maksudnya, para pendamping desa mesti mampu mengendalikan diri untuk tidak tergiur dengan dana desa yang ada.

Baca juga: Alokasi Dana Desa untuk NTT Pada 2018 Mencapai Rp2,5 Triliun

Sebab keberadaan dana desa yang jumlahnya cukup besar itu di tengah honor para pendamping desa yang tidak sebanding dengannya, potensi praktik korupsi akan semakin besar dan sangat dimungkinkan untuk terjadi.

Karena itu, demikian Nae Soi, untuk tidak terjadinya kemungkinan seperti itu, para pendamping desa mesti merupakan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang baik serta keahlian yang cukup.

Dengan demikian, mereka mampu mendampingi pengelolahan dana desa yang ada secara lebih bijak dan adil, yakni dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat desa.*

COMMENTS