Waketum PAN Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK

Waketum PAN Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK

JAKARTA, dawainusa.com Wakil Ketua Umum partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Taufik yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menerima sekurang-kurangnya uang sebesar Rp 3,64 miliar. Basaria mengatakan sejumlah uang itu diterima Taufik dari Bupati Kebumen, Muhammad Yahya Fuad.

“Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhammad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan),” ungkap Basaria di Jakarta, Selasa (30/10).

Baca juga: Mengenal Kode-Kode Rahasia yang Dipakai Pejabat untuk Korupsi

“MYF diduga menyanggupi fee 5 persen tersebut kemudian meminta fee 7 persen pada rekanan di Kebumen. Diduga TK menerima sekurang-kurangnya sebesar Rp 3,64 miliar,” tambahnya.

Adapun sebelumnya, Taufik sempat dicegah bepergian ke luar negeri sebagai tindak lanjut untuk mengungkap kasus Kebumen tersebut.

“Taufik Kurniawan dicegah ke luar negeri sebagai kelanjutan dari kasus Kebumen yang sebelumnya sudah memproses 9 orang hingga vonis pengadilan dan 1 korporasi dalam penyidikan,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

PAN Yakin Taufik Kooperatif Ikuti Proses Pemeriksaan

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) meyakini, Taufik akan kooperatif dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi yang melibatkan wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah itu.

“Kita prihatin tapi kita hormati proses hukum yang berjalan. Kita pastikan Pak Taufik Kurniawan taat asas, taat aturan dan kooperatif dalam pemeriksaan,” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada wartawan, Selasa (30/10).

PAN pun menurut Eddy mendukung KPK untuk menuntaskan kasus yang juga melibatkan Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad itu. Namun PAN meminta agar KPK tidak tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi.

“Kami mendukung KPK yang selama ini menjadi penegak hukum yang dipercayai publik untuk turut menuntaskan kasus hukum yang lain juga, sehingga tidak tebang pilih,” sebutnya.

Baca juga: KPK Minta Amien Rais Beri Bukti Soal Kasus Korupsi yang Mandek

Meski begitu, DPP PAN belum mengadakan pembicaraan dengan pihak taufik soal masalah ini. PAN kata Edy siap membantu memberi bantuan hukum apabila diminta. “Kita belum bicara, andai kita diminta kita akan siapkan,” ungkap Eddy.

Sementara itu, Taufik sendiri mengatakan dirinya akan menghormati keputusan KPK. “Saya telah diberi tahu oleh KPK tentang status saya. Atas keputusan KPK tersebut, saya sangat menghormatinya dan akan mengikuti proses hukum tersebut secara baik dan tertib karena saat ini sedang dalam proses penyidikan di KPK,” kata Taufik.

Taufik berkomitmen kooperatif menghadapi kasusnya. Meski demikian, untuk sementara waktu, dia menyatakan tak bisa memberikan keterangan apa pun kepada wartawan.

“Saat ini saya mohon maaf kepada wartawan karena tidak bisa memberikan keterangan apa pun karena proses saat ini bersifat proyustisia,” ujar Taufik.

“Jika Saudara-saudara ingin mengetahui lebih lanjut, mohon dapat menanyakan langsung kepada KPK, yang merupakan institusi yang berwenang,” imbuhnya.*