dawainusa.com Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosef Nae Soi mengungkapkan alasan di balik ditundanya penerimaan Reagen real time PCR untuk wilayah NTT pada Senin (27/4/2020).

Menurutnya, terjadi persoalan administrasi di Lanud Halim Perdanakusuma sehingga peralatan tersebut tertunda pengirimannya. Ia memastikan reagen akan tiba di Kupang dalam waktu satu atau dua hari.

Baca juga: Doni Monardo: NTT Jadi Daerah Prioritas Pendistribusian Reagen

“Besok atau lusa sudah tiba dengan penerbangan Garuda,” kata Nae Soi di Kupang, Selasa (28/4/2020).

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 NTT, Dominikus Minggu Mere.

Ia mengatakan, ada miskomunikasi sehingga alat tersebut tertunda pengirimannya. Seharusnya, kata dia, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah pusat, peralatan medik tersebut dibawa menggunakan pesawat Hercules.

“Ada miskomunikasi, ada kendala administrasi disana (Jakarta) sehingga besok baru bisa datang dengan penerbangan kelompok Garuda (Citylink),” ujarnya.

NTT jadi Daerah Prioritas Pendistribusian Reagen

Sebelumnya diberitakan, Provinsi NTT akan menjadi daerah prioritas untuk pendistribusian reagen begitu alat ini tiba di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen (TNI) Doni Monardo saat melakukan Tele Konferens dengan Wagub NTT, Josef A. Nae Soi, di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (22/04/2020).

Baca juga: PDP yang Meninggal di Kupang Punya Dua Riwayat Penyakit Penyerta

Pernyataan Doni menanggapi permintaan Wagub Nae Soi terkait kesulitan Provinsi NTT dalam pemeriksaan sampel swab.

“Memang untuk peralatan kesehatan, kita berebutan dengan berbagai negara untuk mendatangkan alat-alat ini. Saya akan perintahkan begitu barang datang, untuk segera kirim dan prioritaskan ke Kupang,” jelas Doni.

Dalam tele Konferens tersebut, Wagub Nae Soi, mengungkapkan NTT sudah menyiapkan Polymerase Chain Reaction (PCR) namun alat kit reagennya belum ada.

“Kami sudah punya laboratorium, tinggal tunggu reagen untuk pemeriksaan Swab. Kami meminta melalui pa Jenderal, mohon kementerian kesehatan lebih cepat mengirim kami reagen, supaya PCR kami bisa berfungsi,” katanya.*