Dawainusa.com – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menghantui kehidupan masyarakat global.

Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan warga rebut jenazah pasien Covid-19 viral di media sosial dan menghebohkan warganet.

Melansir TribunNews pada Senin (10/8/2020), video berdurasi 2 menit 42 detik yang memperlihatkan warga rebut jenazah pasien tersebut terjadi di Kota Malang.

Baca juga: Ada Dana BOS, Sekolah di NTT Tetap Tagih Iuran Komite ke Orangtua Siswa

Warga Rebut Jenazah Pasien Covid-19

Perkembangan pandemi Covid-19 baik di Indonesia maupun di seluruh dunia saat ini memang semakin meningkat. Akibat virus ini, banyak negara yang harus mengalami krisis.

Masyarakat berada dalam ketakutan karena virus yang mematikan itu. Apalagi ketika ketika anggota kelurga yang meninggal dilarang untuk dijenguk

Situasi seperti ini menciptakan rasa panik yang luar biasa di tengah masyarakat. Kasus kasus yang terjadi di Malang baru-baru ini merupakan bagian salah satu peristiwa yang menggambarkan kondisi psikologis masyarakat saat ini.

Video yang memperlihatkan bagaiman upaya warga merebut jenazah pasien Covid-19 itu mengundang perhatian publik.

Bahkan warga membuka kantong jenazah dan dicium. Hal itu dilakukan oleh keluarga jenazah pasien Covid-19.

Keluarga tersebut kemudian diberi pengertian. Tim tenaga kesehatan akhirnya berhasil meyakinkan keluarga jenazah.

Ilustrasi jenazah pasien Corona
Ilustrasi jenazah pasien Corona/TribunNews

Baca jugaKlaim Ciptakan Obat Corona, Anji dan Hadi Pranoto Terancam 10 Tahun Penjara

Proses pemulasaraan jenazah hingga pemakamannya akhirnya dilakukan dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

Dalam video yang beredar, terlihat tenaga kesehatan berusaha memberikan penjelasan tentang kondisi jenazah berstatus probable tersebut.

Tak hanya tim medis, ada juga sejumlah anggota polisi dan TNI. Namun, seseorang tetap memaksa membuka keranda yang berisi jenazah tersebut.

Seseorang itu juga membuka kantong dan bungkus jenazah dan menciuminya. Kemudian jenazah di atas keranda itu dibawa.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, upaya perebutan jenazah Covid-19 dari tangan tenaga kesehatan itu terjadi di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen Kota Malang pada Sabtu (8/8/2020).

Namun, upaya perebutan jenazah itu tidak berlanjut setelah pihak keluarga diberikan pemahaman.

“Kemarin sempat memang ada penolakan dari pihak keluarga, namun di RST Soepraoen karena yang bersangkutan adalah tokoh agama.

Namun setelah diberi pengertian akhirnya mau dimakamkan secara protokol Covid-19,” katanya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Jenazah itu berinisial BB (58) warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Dia meninggal dalam perawatan di RST Soepraoen dengan status probable Covid-19 pada Sabtu (8/8/2020).

Kasat Intelkam Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono menjelaskan, upaya perebutan jenazah Corona itu dilakukan saat masih berada di RST Soepraoen.

“Tiba-tiba keluarganya masuk, mau dibawa pulang, di RST Soepraoen,” katanya.

Melalui negosiasi dan pemahaman, akhirnya pihak keluarga bersedia pemulasaraan terhadap jenazah dilakukan dengan standart protokol Covid-19.

Namun, pihak keluarga meminta ikut memandikan.

Sutiono yang setiap hari menangani jenazah Covid-19 memberikan izin keluarga untuk memandikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya beri penjelasan akhirnya keluarga mau mengikuti protokol dengan catatan ikut memandikan.

Keluarganya saya beri APD level 3.

Memandikan di rumah sakit,” katanya.

Sutiono mengatakan, APD level 3 biasa dia pakai saat mengurus jenazah.

Tidak hanya itu, permintaan keluarga untuk dishalatkan di masjid sebelum dimakamkan juga dituruti.

“Di masjid juga dishalati, tapi posisi jenazah tetap di dalam ambulans, di halaman masjid.

Ambulans dibuka kacanya.

Hanya peti yang kelihatan,” jelasnya.

Jenazah itu lantas dimakamkan di TPU Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang dengan standar protokol kesehatan.*