Dawainusa.com Video wanita yang disebut-sebut berprofesi sebagai dokter gigi Surabaya dalam kondisi tanpa busana di Kota Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial (Medsos).

Dalam video yang diposting akun Twitter @felipus_nove itu menerangkan bahwa dokter wanita itu diduga stres karena suami dan anaknya meninggal dunia karena Covid-19.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Parto Tak Restui Kedekatan Anaknya dengan Billy Syahputra

“Ini dokter gigi di srby…suaminya.ama anak nya mati kena covid… ini istrinya stres sampe telanjang dijalan,” tulis akun Twitter @filipus_nove yang kemudian dihapus setelah postingannya viral.

Viral Video Dokter Gigi Telanjang di Surabaya, Ketua RT Ungkap Fakta
Postingan akun Twitter @filipus_nove 

Klarifikasi Ketua RT soal Video Dokter Gigi Telanjang

Iis Hidayati, Ketua RT di sebuah desa di kawasan Surabaya Utara tempat video itu diambil memberikan klarifikasi soal video dokter gigi telanjang tersebut.

Menurutnya, perempuan telanjang dalam video berdurasi 44 detik itu benar merupakan seorang dokter, namun bukan stres akibat ditinggal suami dan anaknya yang meninggal akibat virus corona seperti yang dikabarkan.

Melansir Suara.com, Hidayati menjelaskan jika suami dan anak perempuan tersebut dalam kondisi sehat dan berada di rumahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, dr Brahmana, membenarkan jika wanita tanpa busana itu memang dokter.

Namun, dia menegaskan, aksi dokter wanita tanpa busana di pinggir jalan Kota Surabaya, tidak ada kaitannya dengan Covid-19.

“Ybs (yang bersangkutan) dokter. Dan gak ada kaitannya dengan Covid-19. Suami dan anaknya sehat. Itu yang bisa saya konfirmasi,” ucap Brahmana, Kamis (18/6/2020).

Kronologi Video Dokter Gigi Telanjang di Surabaya

Lebih lanjut, Hidayati menceritakan kronologi perempuan berinisial IS itu berkeliaran di jalan tanpa pakaian.

Peristiwa itu terjadi pada hari keempat usai lebaran Idul Fitri lalu. IS tiba-tiba saja keluar dari rumahnya dan melepas seluruh pakaiannya di pinggir jalan.

Aksi IS itu langsung menjadi perhatian warga yang melintas di jalan. tak jarang pula warga yang mengeluarkan ponselnya untuk merekam aksi IS tersebut.

Hidayati mengaku menyesalkan perlakuan orang-orang yang justru memanfaatkan momen itu untuk merekam IS, bukan melindungi dan menutup tubuh perempuan itu.

IS kemudian dibawa pulang ke rumahnya setelah seorang warga memberitahukan kejadian itu. Ia pun mendapat perawatan dan obat penenang dari dokter ahli jiwa pribadinya.

Bukan hanya Hidayati yang menyayangkan tindakan orang-orang yang mengabadikan insiden tersebut. Para warganet pun mengecam tindakan si pengunggah video yang memviralkan momen telanjang IS di internet.

“Woy hapus aja videonya…atau kena report!” tuntut warganet.*