Dawainusa.com – Video seorang wanita pedagang kaki lima maki Wali Kota Padang baru-baru ini beredar dan viral di media sosial.

Padagang wanita tersebut mengeluarkan kata-kata tak pantas lantaran ditegur hingga videonya viral di media sosial.

Melansir TribunNews pada Senin (10/8/2020), belakangan wanita tersebut diketahui bernama Emi.

Baca jugaTerharu, Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Siswi SMK Ini Tetap Sekolah

Penyebab Wanita Tersebut Maki Wali Kota Padang

Setelah videonya viral di media sosial, banyak orang yang mengecam tindakan wanita tersebut.

Diketahui Emi adalah seorang pedagang kaki lima yang berdagang di kawasan Wisata Pantai Padang.

Dikutip dari Kompas TV, peristiwa bermula saat Wali Kota Padang, Mahyeldi menegur dan menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar.

Emi yang tengah berjualan pun turut kena teguran. Tak terima ditegur, Emi pun emosi. Ia langsung berdiri dan mengeluarkan kata-kata kasar bernada rasis.

Emi juga memaki sang wali kota dengan menyebut alat kelamin wanita dalam bahasa Padang.

Setelah video tak senonoh itu viral di media sosial, Emi akhirnya meminta maaf  kepada Wali Kota Padang.

Perempuan paruh baya itu mengaku tidak tahu jika orang yang dia marahi itu adalah Wali Kota Padang.

“Saya pedagang bernama Emi, saya tak tahu kalau yang orang yang bertentangan dengan saya adalah Wali Kota Padang,” ucap Emi, dikutip dari Kompas TV, pada Minggu (9/8/2020).

Emi minta maaf
Foto Tangkap Layar Kompas TV

Baca jugaYohanes Bayu Samudro Dikukuhkan Jadi Dirjen Bimas Katolik yang Baru

Emi mengaku khilaf dan terbawa emosi sehingga melontarkan kata yang tidak pantas. Saat kejadian itu terjadi, Emi mengaku tengah merasa tak enak badan.

“Waktu itu saya sedang kurang enak badan, bapak tahu saya duduk saja dan tidak sanggup berdiri, saya minta maaf kepada bapak,” kata Emi.

Emi berkeinginan dapat bertemu langsung dengan Mahyeldi untuk dapat menyampaikan permintaan maafnya secara langsung.

Besar harapan Emi agar Wali Kota Padang, Mahyeldi memberikan maaf kepadanya.

“Kalau ada tindakan saya yang salah dan tidak berkenan kepada bapak saya minta maaf,” kata Emi.

Terpisah Mahyeldi tak menaruh dendam saat menjadi sasaran kemarahan sejumlah ibu-ibu pedagang kaki lima.

Dirinya menganggap hal itu adalah bagian dari risiko menjadi wali kota.

“Semua respons yang diberikan oleh masyarakat kita nikmati saja, karena itu merupakan suatu konsekuensi menjadi seorang wali kota,” ujar Mahyeldi, Jumat (7/8/2020), dikutip dari TribunNews.