Dawainusa.com Seorang pemuda bernama Abdul (23), terkunci di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Stasiun Bekasi. Kejadian ini sontak membuatnya panik hingga sempat menekan tombol darurat.

Dalam utasan yang ia bagikan melalaui akun Twitternya @percyweasleyyy, Dul mengaku terkunci akibat tertidur saat menikmati perjalanannya tersebut sambil mendengarkan sebuah lagu.

Baca juga: Akhirnya Reino Barack Beberkan Alasan Syahrini Tak Kunjung Hamil

“@CommuterLine min tolong saya ke kunci di gerbong 9 di stasiun bekasi. Ketiduran (emotion menangis),” tulisnya sambil menunjukkan suasana dalam kereta, Sabtu (20/6) malam.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba membenarkan kejadian tersebut. Penumpang itu diketahui menggunakan KRL KA 1444 tujuan Jakarta Kota-Bekasi.

“Seorang pengguna KRL KA 1444 (Jakarta Kota – Bekasi) masih berada di dalam rangkaian hingga beberapa menit setelah kereta tersebut sampai di stasiun Bekasi pada pukul 21.39 WIB,” kata Anne melansir merdeka.com, Minggu (21/6/2020).

Ia menjelaskan, penumpang tersebut berada di dalam kereta yang masih dalam keadaan mesin tidak mati. Karena, kereta itu memang masih ingin dijalankan kembali.

“Rangkaian kereta tersebut dalam posisi aman berhenti dengan listrik tetap menyala, hanya pintu memang tertutup. Kereta masih berada di stasiun untuk persiapan perjalanan ke lokasi stabling atau parkir kereta,” jelasnya.

“Petugas terkait sedang menyelesaikan administrasi perjalanan, untuk selanjutnya akan kembali cek kereta sebelum dijalankan kembali ke lokasi stabling,” sambungnya.

Dibantu Petugas

Mengetahui masih ada penumpang di dalam kereta, petugas pun langsung membantu penumpang itu untuk keluar dari dalam kereta tersebut.

“Petugas kemudian membantu pengguna tersebut keluar. Pengguna sebelumnya juga menghubungi twitter @commuterline yang segera mengkomunikasikan dengan petugas di stasiun,” ujarnya.

“Pengguna kemudian menyelesaikan perjalanan di Stasiun Bekasi dengan keluar atau tap out dari gate elektronik stasiun seperti pengguna lainnya,” tutupnya.

Abdul panggilan penumpang KRL tersebut mengaku berada di dalam kereta selama 20 menit. Selama itulah, ia mencoba hubungi pihak KRL agar bisa keluar dari dalam kereta.

“20 menit dari saya ketiduran (kekunci) saya dari Manggarai naiknya. (Bisa keluar) Karena ada petugas patroli yang kontrol peron terus ngetuk pintu, (sebelumnya) teleponin call center enggak diangkat,” ujar Abdul.

Sebelum diberi petunjuk oleh petugas untuk bisa keluar dari dalam kereta. Ia lebih dulu mencoba mencari-mencari tombol agar pintu kereta itu bisa terbuka dengan keadaan panik.

“Coba buka-buka pintu tapi gatau caranya gimana. (Sama) Malah banyak diem enggak tahu harus mau ngapain, (cuma) ketawa sendiri sambil panik,” ucapnya.

Meski begitu, ia merasa berterimakasih kepada pihak KRL karena telah membuat dirinya nyaman saat menggunakan kereta sebagai alat transportasinya.

“Terakhir gua mau bilang terimakasih @CommuterLine udah bikin nyaman penumpangnya saking nyamannya sampe ketiduran, dan ternyata bukan cuma saya aja yg begini wkwk. Untuk kedepannya semoga dilakukan pengecekan menyeluruh dari ujung ke ujung ya. Terima kasih,” tutupnya.*