Dawainusa.com – Kisah kakek  Min yang jual mainan di pinggir jalan baru-baru ini sempat viral dan menghbohkan jagad media sosial.

Melansir TribunNews pada Selasa (11/8/2020), kakek Min saat ini usianya sudah mencapai 87 tahun dan ternyata salah satu pejuang kemerdekaan RI.

Meski usianya sudah tua, namun kakek Min tidak pernah lelah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjual mainan.

Baca jugaBela Sang Kekasih yang Jadi Korban Pembegalan, Aksi Pria Ini Viral di Medsos

Kisah Kakek Min

Di usianya yang sudah semakin rentah, Kakek Min kondisi fisik kakek Min kini memang sudah tak lagi tegap seperti di masa dirinya memegang senjata.

Meski demikian, semangat sang kakek hingga kini masih membara demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di usia Indonesia yang ke-75, kakek Min masih berjuang demi menyambung hidupnya.

Perjuangannya memang tidak lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang di pinggiran jalan dengan cara yang berbeda.

Yakni berjualan mainan di tengah teriknya sinar matahari dan dinginnya malam Kota Solo.

Kisah tentang sang kakek yang viral itu dibagikan pertama kali oleh akun TikTok @ceritadisolo, yang kemudian diunggah ke Instagram oleh @thoric.idn.

Dalam video tersebut terlihat, beberapa foto yang menunjukkan sang kakek sedang berjualan mainan.

Dalam keterangan videonya, pemilik akun @thoric,idn menjelaskan, Pak Min saat masih muda turut melawan penjajah.

Saat dikonfirmasi, Ahmad Thoric menceritakan sosok sang kakek yang dikenalnya sebagai sosok yang inspiratif.

Thoric menceritakan, Pak Min lahir 1933, ayahnya meninggal karena tertembak pasukan Belanda saat berperang.

Kakek Min
Tangkap Layar Tiktok/@ceritadisolo

Baca jugaBela Sang Kekasih yang Jadi Korban Pembegalan, Aksi Pria Ini Viral di Medsos

Akhirnya, saat Pak Min masih muda, ia ikut berperang mewalan penjajah dalam Agresi Militar Belanda II di Donohudan, Boyolali.

“Karena waktu itu beliau masih berusia sekitar 16-17 tahun sama komandan-komandannya itu dibilangin gini ‘kamu itu masih kecil, kamu itu pantasnya malah jadi mata-mata, kamu nggak bakal ketangkap sama orang Belanda’,” kata Thoric menirukan ucapan Pak Min melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, Senin (10/8/2020).

Dari situ, Pak Min ditugaskan sebagai mata-mata Indonesia untuk mengawasi gerak-gerik Belanda.

Menurut penuturan Pak Min kepada Thoric, dahulu saat menjajah Indonesia, Belanda juga punya antek-antek yang merupakan orang Indonesia.

Antek-antek tersebut mudah dikenali karena selalu membawa kaca di genggaman tangannya.

“Tugasnya waktu itu, jadi Belanda itu kata beliau juga punya antek-antek orang Indonesia, antek antek itu bawaannya gampang banget.”

“Kalau tangannya ada cermin, genggam cermin. Itu fungsinya ngasih kode ke Belanda daerah tersebut kalau sudah dipantulkan sinar dari cermin nanti nggak begitu lama ada pesawat Belanda nge-bom wilayah tersebut.”

“Nah ceritanya beliau itu, beliau men-survey kayak gitu,” papar Thoric.

Kepada Thoric, Pak Min menceritakan, dulu hampir setiap hari ia melihat mayat tergeletak di pinggir jalan.

Dari situ, Pak Min ditugaskan sebagai mata-mata Indonesia untuk mengawasi gerak-gerik Belanda.

“Waktu peristiwa G30S PKI beliau ada di Jakarta, karena resesi kemelut seperti itu akhirnya beliau pulang ke Solo.”

Di Solo, Pak Min bekerja di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), namun karena gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat itu kecil, akhirnya ia banting setir ke dunia usaha.

Kemudian, pada tahun 1970an, Pak Min menekuni usaha berjualan lampu semprong. Karena usahanya itu, ia juga dijuluki Pak Min Semprong.

Namun, usaha itu hanya berjalan 10 tahun, lampu semprong mulai meredup tergantikan dengan lampu PLN.

Pak Min akhirnya memutuskan untuk berjualan mainan hasil buatan tangannya sendiri.

“Aku sempat beli mainannya itu memang handmade beneran jadi jangan tanya kualitasnya, ya kualitas Pak Min aja.”

“Pak Min itu jualan pistol-pistolan sama pesawat dari gabus (handmade), yang lain kulakan seperti celengan, topeng dan lain lain,” kata Thoric.

Thoric yang merupakan konten kreator mengatakan, harga mainan yang dijual Pak Min bervariatif, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu.

@ceritadisolo

Pak Min. Beliau seorang Pejuang.. Indonesia Telah merdeka, TAPI PAK MIN Masih Saja berjuang!!! Ditengah keras dan dinginnya Solo ( ig: THORIC idn )

♬ Indonesia Pusaka – Various Artist