dawainusa.com Pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat resah. Jumlah orang yang terinfeksi pun kian bertambah dan menyebar ke seluruh tanah air.

Beragam upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka menekan penyebaran virus mematikan ini.

Baca juga: Tempat Makan Malam 7 Mahasiswa Timor Leste Positif Corona Dicari

Salah satu cara unik yang sedang viral di media sosial saat ini adalah gaya Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar dalam mensosialisasikan bahaya Covid-19.

Video penyuluhan bupati ini banyak dibagikan di media sosial, salah satunya oleh @husainabdullah1. Dalam video Sehan terlihat berkeliling untuk berinteraksi langsung dengan warga.

Bupati Boltim tersebut berkeliling kampung menggunakan mobil bak terbuka dan menyosialisasikan bahaya virus Corona dengan menggunakan pengeras suara sambil bercanda pula. Meski bergurau, informasi penting yang diutarakan tetap diterima oleh masyarakat.

“Tinggal di rumah, atau tinggal di rumah sakit, atau masuk peti mati dan tinggal kenangan. Cuma tiga pilihan,” ujar Sehan.

Ia juga menyampaikan bagaimana proses pemakaman korban Covid-19 dimana keluarga tidak diperbolehkan mengadakan upacara bahkan menemui jenazah sekalipun.

“Pertanyaannya, adakah orang mati deng korona keluarga dapa kubur? Nyao! Masuk rumah sakit keluarga tidak boleh lihat, mati pun keluarga tidak boleh ikut ke kubur,” katanya sambil disambut tawa warga.

Sosialiasi Bahaya Covid-19 Sejak 2 Minggu Lalu

Bupati Kabupaten Boltim itu telah mulai berkeliling ke rumah-rumah warga untuk mensosialisasikan virus Covid-19 dengan cara yang lucu ini sejak 2 minggu lalu.

Dengan cara penyampaian seperti ini, ia tidak membuat warganya panik dan takut, melainkan tenang dan menjadi lebih dekat dengan rakyatnya.

Baca juga: Heboh Video Tabib Ningsih Jual Obat Corona Seharga Rp 35.000

Sehan juga sempat terlihat berkeliling di atas mobil pick-up sambil membawa peti mati, sebagai peringatan untuk warganya akan bahaya penularan virus corona.

Dikabarkan bahwa Pemkab telah menyediakan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk membeli sebanyak 600 ton beras yang nantinya akan dibagikan pada setiap warga.

Sehan mengatakan, nantinya setiap rumah akan mendapatkan 10 hingga 35 kilogram beras, bergantung jumlah anggota keluarga agar terbagi secara proporsional.

Sejak 9 April pekan lalu, daerah Bolaang Mongondow Raya, Sulawesi Utara, telah sepakat menutup akses keluar masuk orang dan kendaraan hingga 21 April mendatang. Hingga hari ini, Kabupaten Boltim belum melaporkan adanya pasien dalam pemantauan.*