Viktor Laiskodat Sebut Belum ada Covid Varian Delta di NTT
Foto/Ist

Dawainusa.com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan bahwa belum ada Covid-19 varian Delta di NTT.

Dalam keterangannya dia menegaskan bahwa belum ditemukan adanya kasus varian baru Delta yang memicu terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT.

“Sampai saat ini belum ada temuan adanya kasus varian baru Delta di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Rabu (14/7/2021).

Baca jugaTingkatkan Kualitas Konektivitas Digital, Menteri Johnny Sebut Kominfo Mulai Refarming di 9 Klaster

Pemerintah Belum Mendapat Informasi Tentang Varian Delta

Kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini memang mengalami peningkatan.

Meski demikian, Viktor Laiskodat memastikan belum ada masyarakat yang terpapar Covid-19 varian Delta.

Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan hal itu terkait dengan semakin meningkatnya lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT selama dua bulan belakang ini.

Ia mengatakan, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur belum pernah menerima pemberitahuan dari pemerintah pusat tentang adanya kasus varian baru Delta di provinsi berbasis kepulauan ini.

“Laporan dari pemerintah pusat belum ada varian baru di Provinsi NTT,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat menambahkan.

Menurut dia, salah satu langkah antisipasi terpapar virus Corona varian baru Delta adalah dengan melakukan vaksinasi.

“Pemerintah NTT sangat berterimah kasih kepada rakyat NTT yang begitu antusias melakukan vaksinasi secara mandiri melalui vaksinasi masal yang sedang gencar dilakukan di daerah ini, sehingga bisa memiliki pertahanan diri dalam menghadapi virus Corona,”tegas Viktor Bungtilu Laiskodat yang juga politisi Partai Nasdem itu.

Ia mengajak warga NTT untuk tetap mentaati protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19 melalui 5M secara konsisten.

Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah menembus 28.665 orang setelah adanya penambahan 981 orang pada Selasa (13/7).