Viktor Laiskodat Jadikan Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi NTT

Viktor Laiskodat Jadikan Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi NTT

KUPANG, dawainusa.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat berkomitmen akan menjadikan dan mengembangkan potensi pariwisata di NTT dengan baik agar hal tersebut dapat dijadikan sebagai penggerak utama roda perekonomian di daerah itu.

“Saya berkomitmen sektor pariwisata diandalkan sebagai penggerak ekonomi NTT ke depan,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Selasa (11/9).

Untuk program lima tahun ke depan, Laiskodat menerangkan, pemerintahannya akan memberikan fokus pada lima hal berikut, yakni pembangunan pariwisata, sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan rakyat, infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

Baca juga: Layani Wisatawan di Labuan Bajo, Pemerintah Siapkan KMP Komodo

Dari kelima hal tersebut, mereka akan lebih mengutamakan pengembangan dan peningkatan di bagian pariwisata karena hal ini dinilai sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah dan dinilai sangat menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat.

Daerah NTT, kata Laiskodat, memiliki berbagai macam aset wisata yang sudah dikenal di mata dunia internasional seperti Taman Nasional Komodo, Keindahan Pulau Sumba, Danau Kelimutu di Ende, Taman Laut di Alor, Budaya Berkuda (Pasola) di Sumba.

“Kita juga memiliki beranekaragam corak dan motif kain tentun sebagai bukti kekayaan intelektual perempuan NTT yang merupakan bagian dari kekayaan pariwisata itu sendiri,” ujar dia.

Transfer Budaya Manusia

Untuk kebutuhan pembangunan di bidang pariwisata tersebut, demikian Laiskodat, pemerintahannya tidak hanya akan berfokus pada bidang pembangunan infrastruktur wisata seperti pembangunan hotel dan restoran, tetapi juga terkait dengan transfer budaya manusia.

Bagi Laiskodat, hal ini berarti bahwa kualitas kehidupan manusia juga menjadi unsur yang paling penting untuk diperhatikan secara maksimal oleh pemerintah.

“Karena itu yang dikembangkan berkaitan dengan setiap sendi kehidupan manusia, makan-minum, pakaian, kebersihan, dan lainnya,” ujar Laiskodat.

Baca juga: Menpar Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Terkait rencana pengembangan sektor pariwisata ini, lanjut Laiskodat, mereka juga akan membuat peraturan khusus dari pemerintah daerah sendiri (Perda). Peraturan ini nantinya dibuat untuk mengatur dan mengatasi persoalan kebersihan di daerah tersebut secara khusus di setiap lokasi wisata.

“Ke depan tidak ada yang buang sampah sembarang. Kami akan buat Perda berupa denda Rp50 ribu yang buang sampah sembarangan,” tutur dia.

Selain hal tersebut di atas, mereka juga akan terus mendorong kegiatan investasi dalam bidang pariwisata di daerah tersebut sehingga pengembangan sektor ini dapat berjalan dengan baik.

Daerah Labuan Bajo di NTT Jadi Destinasi Wisata Superprioritas

Perhatian Gubernur Laiskodat terhadap potensi wisata di NTT memang mesti ditanggapi secara serius. Sebab, daerah NTT sudah dikenal dan diperhatikan di mata dunia terkait potensi wisata di dalamnya.

Beberapa bulan lalu misalnya, pemerintah pusat sendiri telah menetapkan salah satu daerah di NTT, yakni Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata superprioritas di Indonesia.

Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata NTT Eden Klakik pada Juni lalu menerangkan, penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi superprioritas tersebut dilakukan bersamaan dengan tiga wilayah wisata lainnya di Indonesia, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Labuan Bajo juga ditetapkan menjadi destinasi kunjungan delegasi pertemuan IMF-WB pada Oktober 2018,” terang Eden Klakik di Kupang, Senin (18/6).

Baca juga: Komandan Korem Angkat Bicara Soal Keamanan Pariwisata di NTT

“Kami sudah mendapat pemberitahuan resmi bahwa Labuan Bajo selain telah ditetapkan menjadi Badan Otoritas Pariwisata, juga menjadi destinasi super prioritas selain Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat),” lanjut dia.

Dengan penetapan status tersebut, Kementerian Pariwisata sendiri juga telah menyediakan program jangka pendek (quick wins) untuk Labuan Bajo.

Program ini di antaranya ialah pembangunan pedestrian di Jalan Soekarno Hatta dan pembangunan pusat wisata kuliner di Kampung Ujung.

Program cepat lainnya yang juga akan dilakukan pada 2018 ini di Labuan Bajo ialah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampung Air dan pembangunan jembatan penghubung Kampung Air dengan Bukit Pramuka.

Selain itu juga ada pemasangan 20 titik tambat kapal (mooring buoy) di Taman Nasional Komodo (TNK). Hal ini dilakukan untuk menjaga terumbu karang di kawasan itu agar tetap utuh.

Semua program tersebut akan dilaksakan setelah Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. “Pemasangan fasilitas tambat kapal wisata ditargetkan selesai semuanya dalam tahun 2018,” jelas Eden.*