KRI Nanggala 402/Ist

Dawainusa.com – Publik kembali dihebohkan oleh sebuah video  rekaman awan berbentuk kapal selam yang beredar viral di media sosial.

Video yang beirisi rekaman awan berbentuk kapal selam itu serentak menggegerkan warganet.

Dilansir dari RRI.co.id, Kamis (29/4/2021), video tersebut direkam akun Instagram Arik Andrawan yang kemudian dibagikan oleh akun Instagram @gianyarinfo.

Baca jugaBMKG Tanggapi Viralnya Informasi Tsunami di Bali

Penjelasan soal Video Awan Berbentuk Kapal Selam

Beredarnya video awan berbentuk kapal selam itu menjadi sorotan warganet di media sosial.

Warganet pun membicarakan seiring peristiwa tenggelammya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.

Melalui pesan Instagram, Arik menjelaskan bahwa video diambil pukul 05.00 Wita di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kota Denpasar, Minggu (25/4/2021).

“Ambil video itu pas tanggal 25, di mana kapal Nanggala-402 ditemukan. Saya enggak sengaja bikin video itu,” katanya, seperti yang dikutip Kompas, Kamis (29/4/2021).

Awan berbentuk Kapal Selam
Tangkap Layar video rekaman awan berbentuk kapal selam/ist

Baca jugaSandiaga Uno Sebut Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional

Ia mengaku saat merekam momen matahari terbit tersebut tidak sadar ada obyek yang mirip kapal selam. Ia baru tahu setelah melihat ulang video tersebut.

“Saya saja awalnya enggak ngeh kalau ada awan berbentuk kapal Nanggala,” kata dia.

Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar Putu Agus Dedi Permana menjelaskan, bentuk awan dipengaruhi oleh proses cuaca.

Misalnya, dari pergerakan angin akan ada angin yang berkumpul dan angin yang menyebar.

“Jadi bentuk itu sangat bergantung dengan pergerakan angin, pergerakan uap air, dan jumlah uap air di wilayah tersebut,” katanya.

Secara umum, terbentuknya hal itu merupakan bagian dari siklus air.

Pertama, terjadi pemanasan dari penyinaran matahari ke permukaan bumi, yakni air di wilayah laut, danau, sungai, dan tempat lainnya.

Pemanasan ini akan menimbulkan perubahan fase dari air ke uap air. Kemudian, uap air akan bergerak ke atas.

“Pergerakan uap air ini semakin lama semakin ke atas,” kata dia.

Atmosfer semakin ke atas semakin dingin sehingga uap air yang sampai ke atas akan mencapai suhu dingin tertentu.

Uap air ini akan menjadi titik air dan kumpulan titik air membentuk embun dan memunculkan awan.*