Dawainusa.com Sebuah video berdurasi 2,2 menit yang memperlihatkan sejumlah petugas melakukan penutupan liang lahat pasien Covid-19 tanpa peralatan yang memadai tersebar di sejumlah group WhatsApp (WA).

Dalam video itu, disebutkan, kegiatan penutupan liang lahat itu terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa, kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Ini Panduan New Normal Jika dalam Waktu Dekat Sekolah Dibuka

“Selamat siang warga Kota Kupang yang terkasih, hari ini, hari Senin, di mana tim pengusung jenazah Covid-19 Kota Kupang harus menutup liang lahat sendiri setelah para penutup makam dari TPU Fatukoa tidak ada yang berani melaksanakan tugasnya,” ujar salah seorang dalam Video itu.

Dalam video juga dijelaskan, bahwa sejumlah alat seadanya seperti skop dipinjamkan petugas dari rumah ketua DPRD Kota Kupang, Yaskie Lodu yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penguburan.

“Bapa wali (Walikota) di sini tidak ada skop sama sekali, jadi secara inisiatif tim pergi ke rumah ketua DPRD Kota Kupang karena paling dekat untuk meminjam skop,” ujar seseorang dalam video itu lagi.

Lebih lanjut, dalam video itu dijelaskan, petugas yang melakukan penutupan liang lahat itu merupakan tim relawan yang semestinya hanya bertugas untuk mengantar jenazah.

Sedangkan untuk melakukan penggalian hingga penutupan kubur adalah para petugas dari UPT TPU Fatukoa.

“Tim relawan yang sebenarnya bertugas untuk mengusung jenazah saja ke Liang lahat menutup liang lahat sendiri, bahkan sampai Bapa pendeta perwakilan sinode GMIT pun turun tangan untuk menutup liang lahat ini,” ujarnya.

Mohon Bantuan Walikota Kupang

Pada video ini juga, para petugas meminta Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore agar memperbaiki aturan yang dianggap berbelit-belit dalam panangan pasien terkait Virus Corana yang meninggal dunia.

“Mohon untuk bapa walikota membantu kami dalam proses ini karena terlalu banyak koordinasi yang berbelit-belit, petugas pun saat dihubungi tidak bisa dihubungi bahkan satu orangpun pegawai UPT pemakaman tidak ada di tempat untuk saat ini,” katanya dalam video itu lagi.

Petugas dalam video ini juga tampak menyerahkan keselamatan mereka dari terjangkit Virus Corona kepada yang ilahi.

“Liang lahat sudah cukup lama terbuka hampir satu jam lamanya karena itu petugas berinisiatif untuk meminjam skop lalu melakukan penutupan. Untuk itu kami ucapakan terima kasih dan moga Tuhan memberkati kami semua,” ujarnya.

Orang dengan Status PDP Covid-19 Meninggal

Pelaksana Tugas (PLT) sekretaris daerah (Sekda) Kota Kupang, Elly Wairata yang dikonfirmasi media ini mengaku bahwa peristiwa penguburan itu adalah untuk pasien dengan status PDP Covid-19 yang meninggal Senin siang.

Elly menyebut, semua petugas pengangkat jenazah Covid-19 sudah menggunakan peralatan yang memadai sesuai prosedur.

“Itu semua petugas yang mengakat jenazah pakai APD lengkap sesuai protap. Tapi karena petugas untuk penguburan tidak ada jadi mereka lakukan penutupan kuburan itu sendiri. Dan karena penggalan batu untuk tutup kuburan itu cukup besar jadi agak setengah mati menggunakan skop,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Disinggung soal tidak ada petugas UPT di tempat pemakaman, Elly mengaku akan segera melakukan koordinasi.

“Saya coba koordinasi di lapangan, itu tugas UPT,” ujarnya.*