Dawainusa.com — Setelah berambisi merombak desain pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk melakukan revolusi di bidang pertanian.

Anggaran tersebut merupakan terbesar dalam sejarah alokasi anggaran sektor pertanian di NTT. Rencananya miliaran dana tersebut dialokasikan tahun depan.

“Tahun depan kita akan menganggarkan Rp 100 miliar untuk pertanian,” kata VBL saat menyampaikan sambutan pada acara Panen Perbenihan Varietas Cihereng di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, melansir Pos Kupang, Rabu (12/8).

Kepada para pejabat pemerintah, mulai dari Kepala Desa, Camat hingga Bupati, VBL meminta agar bekerja dengan energi besar untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Pertanian memang merupakan satu-satunya sektor unggulan di Provinsi NTT, selain kehutanan dan perikanan. Sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap PDRB NTT. Sumbangannya terhadap PDRB sebesar 29,36 persen pada tahun 2018.

Baca Juga: VBL Ingin Rombak Desain Pendidikan di NTT, Seperti Apa?

VBL: Bangun Pertanian dengan Cara Revolusioner

VBL melihat bahwa sampai dengan saat ini Provinsi NTT masih bergantung pada daerah lain untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian. Salah satu, misalnya, benih padi dan jagung, yang belum bisa diproduksi di provinsi kepulauan itu.

Karena itu, untuk memantangkan rencana untuk menjadikan NTT sebagai lumbung pangan, ia meminta para kepala daerah bersinergi untuk pengembangan pertanian.

Lebih dari itu, VBL mengajak para kepala daerah di Provinsi NTT bekerja tanpa lelah dengan semangat revolusioner dan cara-cara yang luar dari biasanya.

“Kita mesti bekerja dengan cara-cara yang luar biasa, jangan dengan cara-cara yang biasa,” tegas VBL.

Politikus Partai Nasdem itu kembali menandaskan bahwa Pemprov NTT telah berkomitmen untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di NTT.

Ia berjanji akan mendesain sektor pertanian menjadi lebih baik agar bisa menghasilkan benih padi dan jagung sendiri, tanpa harus bergantung pada benih dari Jawa.

“Kedepannya kita harus mendesain secara lebih baik agar kebutuhan benih di NTT bisa dipenuhi,” tuturnya.

Baca JugaAda Tujuh Titik Panas, Warga NTT Diminta Waspada

Pada akhirnya, mantan anggota DPR RI itu meminta kepada seluruh pejabat dan masyarakat agar bekerja dengan penuh cinta kasih.

Sebab alam merupakan bagian dari makhluk hidup, yang jika dipelihara dan dicintai maka akan direstui oleh Pencipta semesta.

Sebelumnya, VBL berambisi akan merombak tatanan pendidikan di NTT untuk menghasilkan SDM yang unggul dan handal, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik untuk fokus pada pengembangan SDM siswa di jenjang pendidikan paling dasar, yaitu TK dan SD.

Namun, VBL belum menyebutkan berapa alokasi anggaran yang disedikan Pemprov NTT tahun depan untuk meningkatkan sektor pendidikan di NTT.*