Utami, Gadis Tuli dan Bisu yang Disetubuhi hingga Tewas

Utami, Gadis Tuli dan Bisu yang Disetubuhi hingga Tewas

Gadis penyandang disabilitas diperkosa hingga tewas tanpa busana di rumahnya sendiri. Polisi juga menemukan lebam biru bekas dua jempol di lehernya. (Foto: Ilustrasi Pemerkosaan - sindonews)

KALTIM, dawainusa.com Utami Dwi Cahyo, seorang gadis penyandang disabilitas ditemukan tewas tanpa busana di rumahnya sendiri, Sabtu (18/11) sekitar pukul 10.00.

Tewasnya gadis 26 tahun itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga. Ia harus kehilangan kesempatan untuk hidup lebih lama lagi bersama mereka. Hak hidupnya dirampas nasfu bejat manusia yang tak bertanggung jawab.

Saat dilakukan olah kejadian perkara, polisi menemukan lebam biru bekas dua jempol di leher Utami. Diduga kuat Utami tewas dengan cara dicekik.

Baca juga: Pilkada Nagekeo, Paket Evas Kantongi Dukungan Banyak Parpol

Utami, demikian ia akrab disapa, adalah gadis asal Plawonan RT 05, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Utami adalah penyandang tunarungu (tuli) dan tunawicara (bisu).

Kronologi Kejadian

Kapolsek Sedayu, Kompol Sugiarta, A.Md mengatakan, kronologi bermula ketika kakak kandung korban, Eka Rinangsih, yang rumahnya berdekatan curiga karena korban sampai siang belum keluar rumah.

“Ketika masuk ke dalam rumah, Eka kaget melihat korban meninggal dunia tanpa busana,”ujar Kapolsek Kompol Sugiarta, dilansir tribunnews.com, Minggu (19/11).

Melihat kondisi adiknya yang tidak bernyawa lagi, Eka kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Mendengar teriaka Eka, warga sekitar berdatangan ke tempat kejadian. Warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek.

Petugas yang datang melakukan identifikasi kepada jenazah korban menemukan luka biru seperti bekas cekikan di leher korban. Tak hanya itu, dari dubur korban mengeluarkan kotoran dan kemaluannya juga berdarah.

“Dari tanda itu, kita pastikan itu pembunuhan disertai pemerkosaan,” kata Kapolsek, Kompol Sugiarta.

Disetubuhi hingga Tewas

Petugas kepolisian dari Polsek Sedayu tengah mendatangi TKP pembunuhan dan mencari keterangan saksi-saksi. (Foto: tribunnews.com)

Motif Pembunuhan Ingin Kuasai Harta Korban

Polisi coba melacak motif dibalik pembunuhan Umi. Diduga kuat, pelaku ingin menguasai harta korban. Hal ini terbukti dari beberapa barang berharga milik korban yang hilang.Di antaranya kalung seberat 5 gram, uang tunai 4 juta dan televisi flat 31 Inc.

Petugas kepolisian hingga saat ini masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi dan mengamankan berbagai barang bukti untuk ungkap dalang pembunuhan sadis tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan polres, pelaku masih dalam lidik,” tandas Sugiarta.

Baca juga: Mengenal Levandowsky, Mantan Karyawan Google yang Ciptakan Robot Tuhan

Kejadian pemerkosaan dan pembunuhan ini pernah juga terjadi di Bogor setahun yang lalu. Budiansyah (26) memerkosa LN (2,5) hingga akhirnya tewas.

Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto menjelaskan, pelaku awalnya memerkosa korban di dalam kamar mandi. Setelah itu, korban dibawa ke dalam kamar, dan pelaku melakukannya lagi untuk kali kedua.

“Di kamar mandi, pelaku membekap korban dengan tangannya, kemudian menyetubuhinya. Setelah dibawa ke dalam kamar, tubuh korban dililit dengan selimut, dan pelaku mengulangi lagi perbuatan bejatnya,” ucap Suyudi, di Mapolres Bogor, dilansir kompas.com, Rabu (11/5/2016).

Melihat korban sudah tidak bernapas, pelaku kemudian menyembunyikan jasadnya di dalam lemari pakaian. Keesokan harinya, pelaku membuang jasad LN ke belakang rumahnya setelah keluarga korban dan warga beramai-ramai mencari korban.* (AT)