Update Covid-19 di NTT, Ini Kabupaten Penyumbang Kasus Tertinggi
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Ketua Tim Ahli Stgas Covid-19 Nusa Tengara Timur (NTT) Dominikus Mere menyatakan bahwa saat ini, Kabupaten Sikka menjadi daerah penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di NTT.

“Pada Kamis, 29 Juli 2021, Kabupaten Sikka menyumbang 346 kasus baru dari total kasus baru COVID-19 sebanyak 1.222 orang,” kata Mere dilansir dari ANTARA pada Senin (2/8).

Baca juga: Khusus untuk Perjalanan Domestik di NTT, Syarat Kartu Vaksin Covid-19 Ditiadakan

Untuk posisi kedua, demikian Mere, ditempati oleh Kota Kupang dengan jumlah kasus ialah sebanyak 225 kasus baru, disusul oleh Manggarai Barat 174 kasus baru, Kabupaten Alor 104 kasus baru dan Sumba Tengah 91 kasus baru.

“Selama ini, Kota Kupang selalu menyumbang kasus harian tertinggi tetapi sementara ini Kabupaten Sikka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 3.718 spesimen,” ujar Mere.

Sementara untuk daerah dengan jumlah penyumbang kasus terendah ialah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yakni 2 kasus baru, Sumba Barat Daya dan Lembata masing-masing 10 kasus, Kabupaten Kupang dan Sumba Timur masing-masing 19 kasus baru.

Vaksinasi Covid-19 di NTT Belum Maksimal

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mengatasi penyebaran Covid-19, salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah saat ini ialah dengan melakukan vaksinasi kepada setiap warganya.

Meski demikian, program vaksinasi Covid-19 ini masih belum mencapai titik yang diharapakan. Hal tersebut juga berlaku untuk wilayah NTT.

Baca juga: Sedih! Akibat Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, 2 Warga NTT Meninggal Dunia

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada akhit Juli lalu, program vaksinasi Covid-19 di NTT masih menyentuh angka 700 ribu.

Sementara pemerintah provinsi menargetkan bahwa warga NTT yang wajib divaksin harus mencapai 3,8 juta orang.

Karena itu, pemerintah NTT juga sudah meminta kepada pemerintah pusat agar segera mengirimkan tambahan vaksin Covid-19 ke wilayah NTT dalam rangka percepatan vaksinasi ini.

“Kita sudah minta Pemerintah Pusat untuk tambahan vaksin,” demikian kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT Marianus Ardu Jelamu pada Jumat (23/7) lalu.

Syarat untuk Menerima Suntikan Vaksin Covid-19

Sebagaimana diketahui, sejauh ini, untuk menerima suntikan vaksin Covid-19, setiap warga harus memenuhi sejumlah syarat tertentu.

Syarat tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/2/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menerima vaksin Covid-19? Berikut persyaratannya.

Baca juga: Update Covid-19 di NTT, Manggarai Timur Jadi Penyumbang Kasus Terbanyak

Pertama, tidak terkonfirmasi covid-19. Jika pernah positif corona, sudah sembuh minimal tiga bulan sejak terkonfirmasi.

Kedua, berusia di atas 18 tahun. Sementara masyarakat lansia sudah bisa mendapat vaksin covid-19. Ketiga, tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.

Keempat, bagi ibu hamil, vaksinasi ditunda sampai melahirkan. Sementara ibu menyusui boleh divaksinasi.

Kelima, jika memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan atau reaksi berat lainnya karena vaksin, maka vaksinasi diberikan di rumah sakit.

Keenam, jika memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya, maka tidak diberikan lagi untuk vaksinasi dosis kedua.

Ketujuh, orang yang mengidap penyakit kronik (seperti penyakit paru obstrujtif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit hati atau liver) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

Kedelapan, apabila dalam pengobatan TBC lebih dari dua minggu, maka vaksinasi dapat diberikan.

Kesembilan, jika menyandang dan sedang mendapat pengobatan penyakit kanker, maka vaksinasi tidak dapat diberikan, kecuali ada surat rekomendasi dari dokter yang merawat.

Kesepuluh, apabila sedang mendapat pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfuse, maka vaksinasi ditunda dan dirujuk.

Kesebelas, bagi penderita penyakit autoimun sistemik, maka vaksinasi ditunda dan dikonsultasikan kepada dokter yang merawat.

Kedua belas, pemilik riwayat penyakit epilepsi, vaksinasi dapat diberikan jika dalam keadaan terkontrol.

Ketiga belas, jika menyandang penyakit diabetes melitus yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Keempat belas, untuk orang dengan HIV yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Kelima belas, bila mendapat vaksinasi lain selain vaksin covid-19 kurang dari satu bulan terakhir, maka vaksinasi ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.*