dawainusa.com Pemerintah kembali memperbarui data kasus Covid-19 di Indonesia. Pengumuman disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta pada Sabtu (2/5/2020) sore.

Berdasarkan data dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Sabtu pukul 12.00 WIB, jumlah kasus secara nasional masih bertambah sejak kasus pasien pertama terinfeksi virus corona diumumkan pada 2 Maret 2020.

Jumlah kasus positif dikonfirmasi berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Data tersebut juga menunjukkan, jumlah pasien positif corona di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 3 orang,  1 sembuh dan 0 meninggal.

Data ini berbeda dengan laporan Pemprov NTT yang menyebutkan sembilan warga NTT positif corona setelah melakukan tes swab beberapa waktu lalu.

Pertanyaanya, mengapa hanya ada tiga pasien positif corona yang terdata di Gugus Tugas Nasional Covid-19? Enam yang lainnya?

Hingga kini, belum ada pernyataan terkait perbedaan data jumlah pasien positif corona di NTT yang tercatat di Gugus Tugas Nasional dan Gugus Tugas Provinsi NTT.

NTT Kembali ke Zona Merah

Sementara itu, Jubir Covid-19 NTT, Marius Jelamu mengatakan, dengan dinyatakan sembilan orang positif covid-19, maka NTT kembali masuk zona merah.

“NTT kembali zona merah, karena itu, masyarakat harus taat terhadap protap yang telah ditetapkan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona,” tandasnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tolak Bantuan Sembako dari Pemerintah, Alasan Ibu di NTT Ini Mengejutkan

Sebelumnya diberitakan, sembilan warga NTT dinyatakan positif virus corona atau covid-19 berdasarkan hasil uji seka.

Saat ini ketujuh pasien tersebut sudah diisolasi dan dipindahkan ke RS Bhayangkara Titus Uli. Sementara, dua pasien positif di Labuan Bajo, saat ini telah diisolasi di RSUD Komodo Labuan Bajo.

“Mereka sudah diisolasi dan dalam kondisi baik. Akan dilakukan pemeriksaan sampel swab berikutnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominggus Mere.

Ia menjelaskan, total sampel yang dikirim untuk pemeriksaan uji seka berjumlah, 117 sampel. Dari 117 sampel, 56 sudah ada hasil. Dari 56, sebanyak 46 dinyatakan negatif dan 10 dinyatakan positif, termasuk El Asamau yang telah dinyatakan sehat.

“Untuk sementara masih ada 36 sampel yang belum ada hasil,” jelasnya.

Saat ini, pihak gugus tugas covid-19, sedang menelusuri siapa saja yang pernah kontak langsung dengan sembilan pasien ini.

“Harus ada deteksi dini, karena itu, masyaraka harus tetap taat pada protap pemerintah. Hindari kerumunan, jaga jarak dan selalu pakai masker,” imbuhnya.*