‘Ujaran Ideot’ Ahmad Dhani yang Berujung Tersangka

‘Ujaran Ideot’ Ahmad Dhani yang Berujung Tersangka

SURABAYA, dawainusa. com Polda Jawa Timur resmi menetapkan politisi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Dhani dianggap melanggar hukum terkait ujaran ‘Idiot’ dalam video yang di unggahnya di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan status tersangka ini ditetapkan usai kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan, terhadap musisi Dewa 19 itu dan juga saksi-saksi lain.

“Kami sudah memanggil beberapa ahli bahasa, ahli pidana, kemudian memeriksa saksi-saksi juga, sehingga kami telah menetapkan yang bersangkutan AD (Ahmad Dhani) sebagai tersangka,” kata Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis, (18/10).

Baca juga: Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi, Berikut Penggalan Rekamannya

Kasus ini bermula ketika Dhani dilaporkan oleh elemen ormas gabungan yang mengatasnamakan diri Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim. Dhani dianggap telah melecehkan sejumlah massa yang menolak kehadiran dirinya di Surabaya saat deklarasi #2019GantiPresiden beberapa waktu lalu dengan terdapatnya kata ‘idiot’ dalam video itu.

Dhani telah menjalani pemeriksaan polisi pada 2 Oktober 2018. Saat itu, Dhani dicecar 35 pertanyaan oleh penyidik Polda Jatim.

Barung mengatakan Polda Jatim nantinya akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Dhani, tentunya dengan status hukum sebagai tersangka. Polisi juga belum berencana mengirimkan status cekal terhadap Dhani ke Imigrasi.

“Hari ini, Polda Jatim juga telah melayangkan pemanggilan berikutnya kepada Dhani, di jadwalkan pekan depan oleh penyidik,” kata dia.

Kasus ujaran idiot terjadi saat Dhani tertahan di dalam hotel dan tak bisa hadir dalam deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu, 26 Agustus 2018. Dhani kemudian mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah Video Blog. Dalam video berdurasi 01.37 menit tersebut terselip seorang pria menyebut penolak aksi #2019GantiPresiden idiot.

Ahmad Dhani juga telah membantah telah menyebut ‘banser idiot’. Di video tersebut, Ahmad Dhani memang menyebut kata idiot. Namun, kata itu tak ditujukan ke Banser, melainkan ke para pendemo secara umum. Orang yang menyatakan ‘Banser Idiot’ adalah pria gondrong yang duduk di dekatnya.

Ahmad Dhani Berang

Penetapan tersangka atas dirinya membuat Ahmad Dhani berang. Menurutnya, penetapan status tersangka bentuk upaya mengkriminalisasi dirinya. “Ini kriminalisasi,” ujar Dhani kepada wartawan, Kamis (18/10).

Dhani menilai, polisi tak memahami maksud dari ujaran kebencian. Menurutnya ujaran kebencian adalah pernyataan kebencian kepada sesuatu yang baik. “Pernyataan kebencian kepada sesuatu hal yang buruk itu bukan ujaran kebencian,” katanya.

Baca juga: PAN Minta Penjelasan Pemerintah Soal Mobil Esemka

Sementara itu Partai Gerindra juga turut mengomentari penetapan status tersangka kepada Ahmad Dhani. Gerindra meminta polisi untuk bertindak adil dan profesional dalam menangani kasus pencemaran nama baik yang menyeret kadernya itu.

“Kami mengimbau agar proses hukum yang diikuti Mas Ahmad Dhani ini harus bisa berjalan secara transparan, berkeadilan serta polri profesional, sehingga jangan sampai ada opini atau indikasi dugaan ini kriminalisasi terhadap Mas Dhani,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi, Kamis (18/10/2018).

Kendati demikian, Andre mengatakan, partainya menghormati keputusan polisi yang menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka. Dia yakin Dhani akan bersikap kooperatif menjalani proses hukum yang berlangsung.

“Jadi kami Partai Gerindra menghormati dan yang pasti Mas Ahmad Dhani akan kooperatif memenuhi segala panggilan, tapi catatan kami tolong berkeadilan dan juga Polri profesional jauhi segala dugaan kriminalisasi,” ungkapnya.*