Tolak Hadiah Sepeda, Siswa Tunanetra di Kupang Minta Laptop ke Jokowi

Tolak Hadiah Sepeda, Siswa Tunanetra di Kupang Minta Laptop ke Jokowi

Sukses melafalkan lima butir Pancasila, seorang siswa tunanetra di SMAN 3 Kota Kupang mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi),  Senin (8/1). (Foto: Presiden Jokowi berdoalog dengan siswa tunanetra SMK Negeri 3 Kupang, NTT, - Humas Kepresidenan)

KUPANG, dawainusa.com Sukses melafalkan lima butir Pancasila, seorang siswa tunanetra di SMAN 3 Kota Kupang mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi),  Senin (8/1).

Namum, menyadari keterbatasan fisiknya, Ade, demikian ia akrab disapa, meminta Jokowi untuk memberinya hadiah laptop. Terhadap permintaan siswa SMAN 3 Kota Kupang itu, Jokowi bersedia menggantikan hadiah tersebut.

“Ya sudah, saya beri laptop untuk Ade. Karena enggak bawa laptop, nanti saya antar ke rumah atau ke sekolah. Paling lama besok sudah sampai pasti,” ujar Jokowi yang disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari pelajar dan tamu yang hadir.

Baca juga: Gugatan Cerai, Suara Terakhir Ahok Dari Mako Brimob

Untuk diketahui, Jokowi sedang berada di Kupang-Nusa Tenggara Timur, dalam rangka meresmikan sejumlah proyek yang selesai dibangun di wilayah tersebut.

Selain itu, sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, Jokowi ke NTT akan mengunjungi masyarakat di Pulau Rote. Di pulau paling selatan itu, Jokowi ingin melihat dari dekat kondisi masyarakat di sana dan membuka Rakornas Barisan Relawan Nasional Jokowi Presiden (Bara JP).

Jokowi Bagi KIP di Kota Kupang

Peristiwa Ade mendapat hadiah laptop dari mantan Waikota Solo itu terjadi pada saat kegiatan membagi Kartu Indonesia Pintar (KIP), di SMAN 3 Kota Kupang.

Total ada 1.148 pelajar di Kota Kupang dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur yang mendapat KIP. Jumlah tersebut terdiri atas berbagai jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar sebanyak 533 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 161 siswa, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 156 siswa, jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 178 siswa, dan program kesetaraan sebanyak 100 siswa.Acara pembagian KIP itu dilaksanakan di halaman SMKN 3 Kota Kupang.

Baca juga: Kabar Orang Ketiga dan Suara Nitizen soal Gugatan Cerai Ahok

Jokowi dalam sambutannya menegaskan, dana KIP tersebut mesti digunakan untuk kepentingan sekolah seperti seragam sekolah, sepatu, tas, dll.

“Jadi anak-anak anggaran yang ada untuk beli seragam, baju, buku, tas sekolah. Beli pulsa? Tidak boleh untuk beli pulsa. Kartunya dicabut,” tegas Presiden.

Selain itu, kepada anak-anak yang hadir, mantan gubernur DKI Jakarta (2012-2014) itu berpesan untuk mengutamakan belajar dari aktivitas lain.

“Kalau teman saya satu jam, saya belajar dua jam. Supaya lebih pintar dari anak yang lain,” ujar Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya.

Jokowi dan Kebiasaan Beri Hadiah Sepeda

Presiden Jokowi mempunyai kebiasaan yang tidak pernah dilakukan para pendahulunya. Dalam beberapa kesempatan mengunjungi sejumlah tempat di pelosok nusantara, Jokowi selalu memberi hadiah sepeda dan sejenisnya kepada masyarakat.

Pada 24 September tahun lalu, Jokowi memberi sebuah sepeda kepada kepada tiga orang peternak dalam kegiatan Jambore Peternakan Nasional 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Baca juga: Minum Air Kencing Unta, Ketua GNPF MUI Ditentang Kemenkes RI

Selain itu, karena kebiasaannya tersebut, Jokowi pernah mendapat surat dari lebih dari 1.000 anak-anak sekolah dasar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Dalam Surat tersebut, anak-anak meminta kepada sang presiden sepeda, kambing, beasiswa, bertemu dengannya, orangtua mereka dinaikkan haji hingga perbaikan sekolah yang lapuk karena di makan usia.

Seorang pengamat politik Rocki Gerung pernah mengkritik kebiasaan sang presiden. Menurut Gerung, aksi Jokowi tersebut belum mencerminkan upaya penanggulangan terhadap makin maraknya kabar bohong atau hoaks. Padahal, kapasitas literasi masyarakat perlu ditingkatkan agar tidak mudah menelan informasi secara “mentah-mentah”.

“Saya ingin lebih banyak buku sebagai hadiah teka-teki daripada sepeda. Jadi, kalau Presiden ke daerah, bawa banyak buku, jangan bawa sepeda,” kata Rocky dalam diskusi “Bisnis dan Politik Hoax?” di Jakarta, sebagaimana dilansir Kompas.com, Sabtu (26/8).

Namun, aksi Jokowi tersebut membuat kepincut sejumlah tokoh antara lain mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dll. Mereka juga meniru aksi sang presiden. *(RSF)