Tim Jokowi-Ma’ruf Bantah Terima Logistik dari Kadin dan HIPMI

Tim Jokowi-Ma’ruf Bantah Terima Logistik dari Kadin dan HIPMI

JAKARTA, dawainusa.com – Wakil Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima  bantuan logistik pemilu dari pihak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI).

Hal ini disampaikan untuk menjawab berbagai macam tudingan yang ada setelah  Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani dan Ketua HIPMI, Bahlil Lahadalia bergabung di dalam lingkaran petahana.

Karding menjelaskan, bergabungnya Ketua Kadin dan Ketua HIPMI tersebut tidak bermaksud untuk membantu urusan logisitik pemilu dalam tim Jokowi dan Ma’ruf. Keduanya bergabung untuk membantu memenangkan Jokowi melalui jaringan yang dimiliki oleh kedua tokoh tersebut.

Baca juga: Tim Jokowi-Ma’ruf Tolak Usulan Debat Pilpres Pakai Bahasa Inggris

“Tidak ada kaitannya dengan logistik. Kehadiran mereka saya kira banyak membantu, satu, dari sisi manajemen support, dua, support jaringan,” kata Karding di Jakarta, Senin (24/9).

Karding juga menjelaskan, Ketua Kadin dan Ketua HIPMI tersebut telah diberikan peran berbeda dalam Tim Nasional Jokowi-Ma’aruf. Rosan, kata Karding, dipercayakan sebagai  Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, sedangkan Bahlil dipercayakan sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda.

Peran keduanya itu, demikian Karding, telah dipertimbangkan sesuai dengan latar belakang masing-masing tokoh tersebut. Mereka, terang Karding, memiliki pengalaman dan kompetensi dalam  urusan bisnis. Karena itu, keduanya akan diminta untuk memberikan masukan terkait ekonomi.

“Juga memiliki jejak rekam yang bagus di dunia usaha sehingga bisa memberi masukan tersendiri bagi tim kampanye pak Jokowi,” jelas Sekjen PKB tersebut.

Jokowi-Ma’ruf Didukung Perempuan Indonesia

Selain mendapatkan dukungan dari pihak Kadin dan HIPMI, pasangan petahana juga mendapatkan dukungan dari Relawan Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin (P-IJMA). Cawapres Ma’ruf Amin pun mengaku bangga dengan dukungan politisi perempuan dari 9 parpol pendukung tersebut.

“Sangat yakin semangat. Ini baru deklarasi belum gerakannya, perempuan efektif, hebat. Perempuan itu besar sekali pengaruhnya. Pokoknya menanglah. Presentasinya belum ditentukan,” kata Ma’ruf saat menghadiri acara deklarasi Perempuan Indonesia untuk Jokowi dan KH Ma’ruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi No 44-46, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Ma’ruf menyadari, kemenangan Pilpres kali ini sangat ditentukan oleh dukungan dari berbagai pihak. Ia juga menyampaikan, dukungan dari perempuan Indonesia belum cukup untuk memperoleh kemenangan. Namun, ia meyakini, dukungan tersebut akan membawa pengaruh positif untuk Pilpres 2019.

Baca juga: Debat Pilpres, dari Gunakan Bahasa Asing hingga Tes Baca Alquran

“Hari ini dukungan perempuan-perempuan, tiap hari ada deklarasi milenial, generasi muda, komunitas muda, dan sebagainya. Karena itu kami optimis memenangkan Pilpres,” ungkapnya.

Selain mengatakan hal tersebut, dalam kesempatan itu, Ketua MUI ini juga menyampaikan beberapa persoalan sosial dan ekonomi yang menjadi tantangan Indonesia sejak 2014. Ia mengungkapkan, kemimpinan Jokowi telah berhasil memberikan jawaban konkret terhadap persoalan yang ada.

“Pak Jokowi sudah mulai sejak 2014, untuk menghilangkan disparitas ini. Beliau membangun infrastruktur. Dibangun di Papua, dimana-mana. Sehingga sedikit demi sedikit, disparitas itu akan hilang,” jelasnya.

Bagi Ma’ruf, segala bentuk pencapaian pemerintah selama ini mesti terus dipertahankan. Ia mengatakan, pembangunan ini hanya berlanjut ketika masyarakat kembali memilih Jokowi sebagai presiden.

“Karena itu, saya namakan 5 tahun ini Jokowi-Ma’ruf Amin akan mempercepat dengan membuat landasan yang kuat. Dengan membuat run way yang kuat. Supaya 2024 Indonesia lebih maju, lebih sejahtera, Indonesia bisa tinggal landas nantinya untuk perempuan dan anak-anak kita,” tegas Ma’ruf.

Yakin Pimpin 1 Periode Lagi

Seperti diketahui, pasangan Jokowi-Ma’ruf telah menerima undian nomor dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilpres 2019 mendatang. Mereka mendapatkan nomor urut 1 dalam pertarungan merebut kursi nomor 1 RI tersebut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Arus Bawah Jokowi (DPP ABJ) Michael Umbas pun memberikan apresiasi terhadap nomor urut yang didapat oleh pasangan tersebut. Ia meyakini, nomor tersebut ialah simbol kemenangan dan pasti mayoritas rakyat Indonesia akan memberikan pilihannya kepada pasangan Jokowi.

Baca juga: Pilpres 2019, Ini Formasi Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Vs Prabowo-Sandi

“Apa yang ditunjukkan kedua pasangan calon malam ini sangat menyejukkan, kami berharap suasana yang sejuk ini akan terjaga sampai Pilpres selesai. Secara khusus kami menyambut baik perolehan nomor urut 1 pada pasangan Jokowi-Amin, artinya pasangan ini akan memimpin satu periode lagi,” kata Umbas.

Untuk menjaga Pilpres ini berjalan dengan baik, demikian Umbas, setiap pasangan harus memiliki komitmen untuk mewujudkan Pilpres yang aman dan damai.

Setiap pasangan, kata dia, juga mesti konsisten untuk menjadikan Pilpres sebagai ajang adu gagasan bukan saling mencela satu sama lain. “Pesannya Pak Jokowi sudah sangat jelas, semua anak bangsa harus bersatu untuk Indonesia Maju,” pungkasnya.*