Terobos Lintasan KA, Seorang Pengendara Motor Tewas Ditabrak Kereta

Terobos Lintasan KA, Seorang Pengendara Motor Tewas Ditabrak Kereta

JAKARTA, dawainusa.com – Nasib nahas menimpa Erwin (39), seorang lelaki pengendara sepeda motor berplat B 3194 UCJ asal Cilincing, Jakarta Utara. Ia tewas ditabrak kereta api saat hendak melewati perlintasan Kereta Api (KA) di jalan Pramuka Jaya Sari, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).

Menurut penuturan warga, kira-kira pada pukul 10.30 WIB, Erwin diduga nekat menerobos perlintasan KA, padahal petugas telah menutup palang perlintasan tersebut karena akan ada kereta yang melintas.

Kecelakaan di palang pintu kereta stasiun kramat pramuka jakarta

Motor korban kecelakaan yang ditabrak kereta pada, Rabu (19/12) – Dawainusa.com

“Pintu palang kereta sudah ditutup dan alarm sudah bunyi. Tapi, tetap nerobos masuk,” terang seorang warga yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.

Baca jugaASN NTT Diwajibkan Pakai Sabun Daun Kelor Mulai 2019

Kepada dawainusa.com, warga yang enggan disebutkan namanya itu menuturkan, setelah ditabrak kereta yang melaju dari arah Pondok Jati ke arah Stasiun Kramat, korban sempat terpental hingga beberapa meter dari tempat kejadian.

“Nah, kereta dari Pondok Jati ke Stasiun Kramat langsung nabrak korban, trus kepental beberapa meter,” jelasnya.

Kecelakaan di palang pintu kereta stasiun kramat pramuka

Evakuasi korban oleh polisi, Rabu (19/12) – Dawainusa.com

Saat ini, petugas kepolisian telah mengevakuasi jenasah Erwin ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.

Minimnya Kesadaran Masyarakat

Kecelakaan di perlintasan KA masih tetap terjadi karena minimnya kesadaran masyarakat. Masyarakat, baik pengendara motor maupun pejalan kaki, sering abai akan keselamatan ketika menerobos palang perlintasan KA.

Hingga April lalu, menurut data Polda Metro Jaya, tercatat ada 38 orang tewas akibat kecelakaan di perlintasan KA di wilayah hukum Jadetabek dalam kurun waktu 2016-2018.

“Kecelakaan di perlintasan sebidang antara KA dan jalan cukup banyak,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto seperti dikutip detikcom beberapa waktu lalu.

Baca jugaPrabowo: Kalau Kita Kalah, Indonesia Bisa Punah

“Kesadaran masyarakat pengguna jalan pada saat melintas simpang sebidang masih banyak yang menyerobot pada saat sinyal sudah berbunyi dan pintu KA sudah ditutup, sehingga mengabaikan keselamatan yang berpotensi pada kecelakaan,” lanjutnya.

Selain mewanti-wanti bahaya menerobos palang perlintasan KA, Budianto juga mengingatkan konsekuensi dari pelanggaran tersebut, yakni bisa dikenai denda maksimal Rp750 ribu.

Menerobos Palang Perlintasan KA, Melanggar UU

Aturan bagi pengemudi kendaraan terkait perlintasan rel Kereta Api diatur dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Berikut pasal 114 UU tersebut:

“Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, Pengemudi Kendaraan Wajib:

a. Berhenti ketika sintal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;

b. Mendahulukan kereta api; dan

c. Memberikan hal utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Baca jugaGubernur NTT Siap Disebut Tolol Jika Ini yang Terjadi

Adapun bagi yang melanggar UU tersebut yanng diatur dalam pasal 296 bahwa :

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada pelintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)”.*

COMMENTS