Terlambat Dapat Dosis Kedua, Apakah Efektivitas Vaksin Covid-19 Akan Berpengaruh
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com – Keterlambatan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan oleh para ahli tidak akan mengurangi efektivitas vaksin dosis pertama.

Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Siti Nadia Tarmizi pada Selasa (3/8).

Baca juga: Jubir Vaksinasi: 90% Pasien yang Sudah Divaksin Sembuh dari Covid-19

“Antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus Covid-19,” ujar dr Siti Nadia Tarmizi.

Jarak Penyuntikan Vaksin dari Dosis Pertama ke Dosis Kedua

Sebagaimana diketahui, untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan. Sementara bagi para penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1, sebelum dinyatakan positif, bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan. Tidak perlu mengulang.

Baca juga: Di NTT, Warga yang Tidak Mau Divaksinasi Covid-19 Diancam Tak Diberi Bansos

Tarmizi mengungkapkan, sejauh ini, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Meski demikian, ia mengatakan bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan ada tantangan di tengah jalan, misalnya terkait ketersediaan vaksin.

Saat ini, demikian Tarmizi, pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin, dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi.

Program vaksinasi ini dilakukan dalam rangka mencegah dan mengatasi masalah Pandemi Covid-19.

Gencarkan Vaksinasi di Daerah yang Tingkat Mobilitasnya Tinggi

Sementara itu, di tempat lain, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta kepada pemerintah agar lebih gencar melakukan vaksinasi bagi warga yang tinggal di daerah dengan tingkat mobilitas tinggi.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk menggencarkan program vaksinasi bagi semua lapisan masyarakat terutama di daerah yang tingkat mobilitas penduduknya sangat tinggi,” kata Ace, Selasa (3/8).

Baca juga: Soal Penanganan Covid-19, Sudah Sejauh Manakah Perkembangan Vaksinasi di Indonesia?

Selain itu, Ace juga meminta kepada pemerintah agar mencari terobosan agar program vaksinasi ini dapat dilakukan tanpa terkendala oleh akses masyarakat untuk mendapatkan vaksin.

Jika diperlukan, demikian Ace, di berbagai tempat berkumpulnya warga, misalnya mall, pasar, rumah ibadah, balai warga, dan lain-lain, disediakan tempat vaksinasi agar bisa terjangkau masyarakat.

“Hanya dengan menggencarkan vaksinasi kita dapat keluar dari penularan Covid-19. Masyarakat harus terus diedukasi untuk melakukan vaksinasi dan bersedia untuk divaksin,” kata Ace.*