Terkait Korban Seroja, Pemkot Kupang Distribusikan Dana Tunggu Hunian
Walkot Kupang/Ist

Dawainusa.com – Para korban siklon tropis Seroja mendapat dana tunggu hunian (DTH) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dilansir dari AntaraNews, Pemkot Kupang kini meulai mendistribusikan DTH tahap pertama senilai Rp1,1 miliar.

Dana tunggu hunian tersebut dibagikan kepada 733 keluarga korban Siklon Tropis Seroja yang rumahnya rusak total akibat terjangan badai itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Rabu (9/6/2021).

“Proses distribusi bantuan DTH untuk korban bencana alam yang rumahnya rusak total akibat terjangan badai Siklon Tropis Seroja sedang dilakukan,” kata Jefri.

Walkot Kupang
Foto/Ist

Baca jugaMenkominfo Bahas Tindak Lanjut DCO dan Kerja Sama Ekonomi Digital dengan Dubes Arab Saudi

Dana Khusus Untuk Korban Seroja

Diketahui, dana yang dicairkan itu diberikan secara khusus untuk para korban bencana alam tersebut yang rumahnya rusak total.

Dana itu diberikan melalui dua tahap sebagai dana pengganti kontrakan rumah hingga para korban bencana direlokasi ke rumah baru yang dibangun pemerintah pusat.

Jefri mengatakan DTH senilai Rp1,1 miliar merupakan dana tahap pertama selama tiga bulan untuk 733 kepala keluarga korban bencana alam yang rumahnya rusak total.

“DTH tahap pertama untuk tiga bulan sudah disalurkan ke masing-masing rekening penerima, sedangkan tahap kedua akan segera diajukan ke BNPB setelah penyaluran tahap satu selesai,” kata dia.

Baca jugaWujudkan Kedamaian, BNPT Gelar Dialog Kebangsaan dengan Tokoh Papua

Ia mengatakan proses penyaluran DTH dilakukan sesuai aturan melalui bank sehingga tidak muncul persoalan pada kemudian hari.

Jefri Riwu Kore juga menjelaskan bahwa dana itu langsung ditransfer ke rekening warga yang berhak mendapatkannya.

“Dana itu langsung ditransfer ke rekening warga yang berhak,” katanya.

Selain itu ada juga dana stimulan yang akan disalurkan kepada para penerima.

“Begitu pula dengan dana stimulan akan langsung disalurkan ke rekening penerima masing-masing begitu sudah ditransfer dari pusat, kecuali untuk warga yang direlokasi karena tidak bisa dibangun di lokasi yang sama, dananya tidak ditransfer tapi pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR di atas lahan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang,” kata Jefri.