Terima Uang dan Beri Janji Lulus Test Polisi, Polwan Ini Terciduk

Terima Uang dan Beri Janji Lulus Test Polisi, Polwan Ini Terciduk

JAKARTA, dawainusa.com – Seorang Polwan berinisial SR harus berurusan dengan Bidang Propram Polda Jawa Timur karena diduga melakukan tindakan penipunan kepada masyarakat. Diketahui, SR memberi janji kepada seseorang yang anaknya ingin menjadi Anggota Polri dengan modus meminta sejumlah uang.

Menyikapi perbuatan Polwan tersebut, Polda Jawa Timur langsung bertindak cepat. Pelaku penipuan segera ditangkap untuk diminta keterangan. Hingga kini, pelaku telah ditahan di Polda Jawa Timur.

“Memang benar telah kamu lakukan penangkapan, dan sekarang pelaku sedang dalam pemeriksaan dan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Rabu (19/9).

Baca juga: Atlet Luar Negeri Asian Games Jadi Korban Penipuan Sopir Taksi

Barung menjelaskan, kasus yang melibatkan SR ini dimulai sejak Oktober 2017 lalu ketika SR memberikan janjinya kepada korban berinisial MA (Mimid Achmid). SR menjanjikan cucu MA akan lulus tes masuk bintara Polri dengan catatan MA menyetor uang kepada SR senilai Rp450 juta.

Permintaan uang sejumlah Rp450 juta ini, lanjut Barung, disanggupi oleh MA dan ditransfer secara bertahap kepada SR. MA melakukan transfer sebanyak tiga kali. Transfer pertama Rp40 juta, transfer kedua Rp260 juta dan transfer ketiga Rp150 juta.

Namun, pada saat pelaksanaan rekrtumen reguler dilaksanakan di Polda Jatim pada Maret 2017, kedua cucu dari MA dinyatakan tidak lulus. Karena itu, MA melakukan protes kepada Polda Jatim karena merasa ditipu.

Masyarakat Diminta Waspada 

Sementara itu, untuk menghindari adanya praktik penipuan yang masih sering terjadi, Polri meminta kepada seluruh masyarakat untuk waspada dengan modus penipuan pada saat seleksi bintara Polri maupun calon taruna di Akademi Kepolisian.

Pada saat seleksi tingkat akhir di Akademi Kepolisian pada Juli kemarin, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Arief Sulistyanto menghimbau kepada orang tua taruna untuk tidak menerima tawaran dari pihak yang menjanjikan kelulusan bagi putra-putrinya dengan uang.

“Terobosan baru. Upaya soft approach dalam rangka rekrutmen catar Akpol yang bersih dan transparan,” jelas Arief.

Baca juga: Kesaksian Soal Dimas Kanjeng yang Bisa Keluarkan Soto dari Tangan

Ia juga meminta kepada orang tua dari para calon taruna untuk menghargai proses seleksi yang ada. Karena Polri tetap menjamin, proses seleksi tersebut tetap bersih, terbuka kepada kepada masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Proses seleksi akan dilakukan melalui serangkaian tes secara ketat untuk memilih putra-putri Bapak/lbu dari calon-calon yang terbaik, dengan menerapkan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan clear & clean dari praktik penyimpangan/KKN,” kata Arief.

Panitia yang telah ditugaskan untuk mengurus seleksi tahap akhir bagi calon taruna di Akedemi Kepolisian telah menandatangi pakta integritas. Karena itu, ia mengingatkan kembali kepada panitia tersebut untuk tetap berpegang teguh pada pakta integritas yang telah dibuat selama melaksanakan proses seleksi.

“Kami memohon bantuan dan kesadaran Bapak/lbu orang tua untuk bersama-sama kami dan para catar mematuhi dan memenuhi semua ikrar serta sumpah yang telah kita ucapkan,” pungkasnya.*