Terkait Kebakaran Kilang Pertamina, Begini Hasil Investigasi Ombudsman
Foto Instagram/@read.id_

Dawainusa.comOmbudsman Republik Indonesia (ORI) mengungkap hasil nivestigasinya terkait dengan kebakaran kilang minyak.

Dilansir dari RRI.co.id, hal itu diungkapkan oleh Hery Susanto, anggota Ombudsman RI dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Ia pun mengungkapkan beberapa fakta terkait dengan terbakarnya tangki Pertamina di Balongan Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu.

Baca jugaJokowi Tandatangani Keppres soal Cuti Bersama ASN 2021

Temuan Ombudsman Soal Kebakaran Kilang Pertamina

Dikutip dari RRI.co.id, Ombudsman telah melaksanakan investigasi lapangan pada lokasi kebakaran tangki Pertamina di Balongan Kabupaten Indramayu.

Selain itu Ombudsman juga meminta keterangan kepada pihak PT Pertamina RU VI dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada 7-9 April 2021.

Hasil investigasi tersebut mengungkapkan beberapa hal yakni, adanya keluhan masyarakat yang tidak direspons oleh Pertamina dan tidak ada informasi yang terbuka mengenai kondisi kilang Pertamina Balongan sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

Selain itu Susanto menyampaikan, berdasarkan hasil penelusuran Ombudsman, sebelum peristiwa terbakarnya tangki pada Minggu, 28 Maret 2021, warga sekitar lokasi di Balongan sudah mencium bau yang menyengat dari kilang Pertamina.

“Namun keluhan warga tidak digubris oleh Pertamina sehingga warga menjadi emosi dan terjadi aksi lempar ke Kantor Pertamina. Namun tidak lama kemudian berhasil dibubarkan oleh Polsek Balongan,” terangnya.

Lebih lanjut, Ombudsman juga menemukan belum adanya mekanisme mitigasi bencana karena gagal teknologi yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

Data menyebutkan, peristiwa kebakaran dan meledaknya tangki Pertamina Balongan ini berdampak terhadap setidaknya 2.788 rumah warga sekitar dan telah diverifikasi sebanyak 1.313 rumah.

Kilang Minyak
Foto Instagram/@bpm_pnc

Baca jugaWaspada Bencana, BNPB Surati 30 Provinsi

Sedangkan terkait penyebab terjadinya insiden kebakaran empat buah tangki Pertamina, sampai saat ini masih dalam proses investigasi baik dari internal maupun pihak eksternal independen serta Bareskrim Polri.

“Terkait dampak terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM), berdasarkan penelusuran Ombudsman, insiden kebakaran ini tidak mempengaruhi pasokan BBM. Dari total 71 tangki, yang terbakar sebanyak empat tangki dengan kapasitas 7 persen dari seluruh BBM yang dihasilkan di Kilang Balongan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Ombudsman memberikan saran agar PT Pertamina segera mengkoordinasikan rencana kontigensi kepada BNPB/ BPBD setempat agar mitigasi dan penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal.

“PT Pertamina bersama BPBD agar memberikan sosialisasi, edukasi dan pelatihan kepada warga sekitar, terkait adanya potensi bencana akibat gagal teknologi untuk meminimalisir korban jiwa. Kemudian perlu meningkatkan early wearning system di sekitar lingkungan kilang minyak Pertamina untuk meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

“Ombudsman RI terus mengawasi PT Pertamina dalam penanganan penyelesaian dampak sosial ekonomi dan lingkungan yang dialami warga di sekitar lokasi kebakaran kilang minyak Balongan Indramayu. Kami minta proses penyelidikan kasus tersebut ditangani secara serius, profesional dalam prosedural hukum,” pungkasnya.*