Tanggapan Tjahjo Kumolo Soal Bupati Boyolali Maki Prabowo

Tanggapan Tjahjo Kumolo Soal Bupati Boyolali Maki Prabowo

JAKARTA, dawainusa.com Bupati Boyolali Seno Samodro dinilai telah mengeluarkan kata-kata tidak pantas terhadap capres nomor urut dua Prabowo Subianto.

Samodro menyampaikan ucapan kurang sopan tersebut saat memimpin masyarakat dalam aksi demonstrasi. beberapa waktu lalu. Adapun aksi ini digelar untuk memprotes Probowo yang menyebut ‘tampang Boyolali’ dalam pidatonya.

Terhadap tindakan dan ucapan Bupati Sindoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melakukan pembelaan. Tjahjo menilai, apa dilakukan yang dilakukan Bupati Sindoro merupakan bentuk upaya untuk menjaga harga diri daerah. Selain itu, ucapan Bupati Sindoro juga merupakan upaya seorang kepala daerah untuk menjaga wibawah masyarakatnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Sampaikan Permintaan Maaf Soal Tampang Boyolali

“Saya kira kalau mau melaporkan silakan, tapi bupati kan punya hak menjaga kehormatan dan harga diri daerah dan masyarakat. Siapapun ya, saya kira enggak bisa disalahkan dia,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (7/11).

Tjahjo menyebutkan, setiap kepala daerah mempunyai cara untuk mempertahankan wibawa sebagai pemimpin. Terlebih kalau ada orang-orang tertentu yang dengan sengaja mengganggu keamanan dan ketenangan warganya. Karena itu, Tjahjo menjelaskan, kata-kata Bupati Sindoro perlu dibaca dalam konteks untuk melindungi warganya.

Upaya Membela Harga Diri

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan, protes yang dilakukan oleh pihak yang merasakan dirugikan oleh ucapan Bupati Samodro bisa dimaklumi. Bisa saja karena mereka merasa terganggu dengan ucapan dari bupati. Namun, ia menegaskan, apa yang dilakukan oleh Samodro merupakan bentuk upaya membela dan mempertahankan harga diri.

“Soal protes ya silakan memprotes. Tapi dia bela harga diri. Itu saja intinya,” jelas Tjahjo.

Hingga saat ini, Bupati Boyolali Seno Samodro telah dilaporkan kepada pihak Bareskrim Mabes Polri dan pihak Bawaslu. Samadro dilaporkan karena dinilai melakukan dugaan tindak pidana ketertiban umum dalam aksi save tampang Boyolali. Dalam aksi save tampang Boyolali tersebut, Bupati Samodro mengucapkan kata-kata tidak sopan kepada Prabowo.

Baca juga: Sebut Prabowo Asu, Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Tjahjo sendiri tidak mempersalahkan pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan kadern partainya kepada pihak kepolisian. Ia juga memberikan kesempatan kepada pihak yang berkepentingan untuk melaporkan kepada Bawaslu apabila kesalahan yang telah ditemukan.

Menurut Tjahjo, laporan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan hak dari setiap orang. Pihaknya juga tidak akan menghalang-halangi siapa saja yang akan melaporkan kader PDIP yang sekarang menjabat sebagai Bupati Boyolali. Naamun, ia tegaskan bahwa pihak yang melaporkan harus benar-benar obyektif dan tidak mencari-cari kesalahan.

“Ya kalau melaporkan itu hak, silakan saja,” kata Tjahjo.

Pidato Prabowo yang Dipermasalahkan

Diketahui, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Bupati Boyolali Seno Samodro merupakan bentuk protes terhadap pidato Prabowo Subianto. Dalam pidato saat peresmian rumah pemenangan di Boyolali, Prabowo menyampaikan pidato soal masalah kesenjangan ekonomi dan menyentil tentang tampang Boyolali.

Prabowo mengatakan, masalah ketimpangan ekonomi masih terjadi di Indonesia. Hal ini terlihat dari tingkat kesejahteraan antara masyarakat yang masih tinggi. Karena ketimpangan ekonomi masih ada, maka kemampuan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas hotel yang mewah jadi susah.

Baca juga: Aksi Bela ‘Tampang Boyolali’: Pesanan dari Jakarta?

“Kalian kalau masuk [hotel] mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali,” ujar Prabowo,

Prabowo mengakui, kata-kata yang disampaikan dalam pidatonya, tidak bermaksud untuk menghina apalagi menyakiti perasaan masyarakat Boyolali. Apa yang disampaikan itu hanya ingin menggambarkan fakta tentang ketimpangan ekonomi yang masih berlangsung di Indonesia.

Prabowo mengaku bingung ketika pernyataan tersebut dianggap menghina dan mendapat protes keras dari kalangan umum serta masyarakat Boyolali. Padahal, menurutnya, ucapan tersebut hanya bersifat gurauan. Ia juga meminta maaf terhadap pihak-pihak yang tersinggung atas candaan terkait Boyolali tersebut.*

COMMENTS