Tanggapan Peneliti LIPI Soal Usulan Debat Pilpres di Kampus

Tanggapan Peneliti LIPI Soal Usulan Debat Pilpres di Kampus

JAKARTA, dawainusa.com Peneliti Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyetujui usulan debat pilpres dilaksanakan di kampus. Usulan ini sangat berbeda dengan kebiasaan sebelumnya.

Hal ini disampaikan Zuhro menanggapi tawaran yang disampaikan oleh pasangan Prabowo-Sandi terkait tempat pelaksanaan debat pilpres 2019 mendatang.

Diketahui, debat pilpres merupakan agenda menyampaikan visi dan misi antara pasangan cawapres dan cawapres yang sudah ditentukan oleh komisi pemilihan umum.

Baca juga: Ketua Banggar Azis Syamsudin soal Polemik Dana Kelurahan

Dalam debat tersebut, setiap pasangan calon saling adu ide dan gagasan untuk membangun Indonesia. Karena itu, menurut Siti, perlu dicarikan tempat yang paling tepat untuk kegiatan dimaksud.

“Kalau menurut saya tidak apa-apa, jadi kan dia sedang memperdebatkan visi misinya, jadi bukan pilih saya,” kata Siti di Jakarta, Senin(22/10)

Ia menambahkan, pemilihan tempat pelaksanaan debat para capres dan cawapres sebenarnya bukan merupakan hal urgen untuk dipertentangkan, karena bukan persoalan pilihan politik. Meski demikian, kata Siti, penyelenggara pemilu perlu untuk mempertimbangkan usulan yang disampaikan oleh setiap pasangan calon.

Ruang Sosialisasi Visi dan Misi

Siti kembali menekakan, ruang debat menjadi tempat bagi capres dan cawapres untuk meyakinkan para pemilihnya. Capres dan cawapres juga berusaha menarik perhatian pemilih melalui visi dan misinya serta programnya.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Presiden Jokowi Telah Memainkan Politik Bohong

Dengan demikian, masyarakat akan menentukan pemimpinnya berdasarkan program yang disampaikan dalam debat. Menjawab hal tersebut di atas, demikian Siti, penyelenggara pemilu mesti menyiapkan ruang yang tepat bagi para kandidat untuk menyampaikan visi dan misinya kepada publik.

Pemilihan tempat ini juga perlu mempertimbangkan kemudahan bagi seluruh masyarakat agar mereka bisa melihat secara terbuka.

“Saya melihat bahwa mereka sebagian dari mereka ini sudah punya pilihan sebenarnya nah sekarang bagaimana menyakinkan pemilih tadi itu supaya memilih dirinya dengan visi misi tadi dengan program tadi jadi itulah konstestasi,” ungkapnya.

Para pemilih hari ini, lanjut Siti, sudah sangat cerdas untuk menentukan pilihan politiknya. Masyarakat sudah tidak mudah lagi dibohongi dengan politik transaksional yang menjadi kebiasaan para elite politik. Karena itu, penting bagi capres dan cawapres untuk mensosialisasikan visi dan misinya.

Ia juga meyakini, masyarakat Indonesia sudah memiliki pilihannya masing-masing pada plipres 2019 mendatang. Tentunya, pilihan tersebut berdasarkan keyakninan politik setiap orang.

Namun, Siti mengingatakan, kewajiban bagi calon pemimpin untuk memberikan pencerahan politik agar masyarakat memilih berdasarkan ide yang ditawarkan capres dan cawapres.

“Karena itu di-feeding dengan informasi-informasi yang akurat langsung oleh calon itu bahwa saya punya Nawacita plus ini-ini saya sudah berhasil ini asik begitu,” jelas Siti.

Usulan Pasangan Prabowo Sandi

Sebelumnya, juru bicara pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil Simanjuntak mengusulkan kepada KPU untuk melaksanakan debat pilpres di kampus.

Usulan ini berbeda dengan tawaran KPU yang mengusulkan debat pilpres dilaksanakan di Hotel dan dihadiri oleh setiap pendukung masing-masing calon.

Menurut Dahnil, kampus menjadi ruang yang tepat bagi pelaksanaan debat para capres dan cawapres. Mengingat kampus merupakan ruang akademik yang penuh dengan kajian-kajian ilmiah. Dengan demikian, akademisi kampus dan mahasiswa dapat berpartisipasi secara terbuka dalam debat tersebut.

Baca juga: Disorot Oposisi, Begini Asal-usul Dana Kelurahan ala Jokowi

“Kami mengusulkan debat capres yang digelar oleh KPU, digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih,” kata Dahnil

Ia menambahkan, pelaksanaan debat pipres selama ini sangat tertutup karena hanya dihadiri oleh setiap pendukung pasangan calon dalam jumlah terbatas.

Masyarakat juga tidak bisa melakukan dialog terbuka dengan capres dan cawapres berkaitan dengan visi dan misinya. Dengan dipilihnya kampus sebagai tempat debat, akan menjadi suasana baru untuk pilpres kali ini.

“Bebas berdialog dan menguliti semua visi-misi kandidat dan live di TV nasional,” tutupnya.*