Tanggapan Bupati Alor Soal Pencabutan Rekomendasi dan Dukungan PDIP

Tanggapan Bupati Alor Soal Pencabutan Rekomendasi dan Dukungan PDIP
Foto/Ist

Dawainusa.com – Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo memberikan tanggapannya terkait dengan pencabutan surat rekomendasi dan dkungan dari PDIP.

Dalam pernyataannya, Amon Djobo mengatakan bahwa pencabutan dukungan dan rekomendasi dari PDI Perjuangan terhadap dirinya merupakan hak dari partai berlambang banteng tersebut.

“Itu sah-sah saja, itu hak dari PDIP namun saya sangat menyesalkan hal tersebut,” katanya di Kupang, Kamis, (3/6/2021), dikutip dari ANTARA.

Bupati Alor
Bupati Alor, Amon Djobo saat mmemarahi para staf Kemensos RI/Ist

Baca jugaKapolri Lakukan Mutasi Terhadap 348 Pati dan Pamen

Bupati Alor Mengaku Tidak Pernah Menyinggung PDIP

Hal ini disampaikan berkaitan pencabutan dukungan dari PDI Perjuangan terhadap dirinya pascavideo viral memarahi staf Kementerian Sosial berkaitan dengan penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di kabupaten itu.

Amon menyesalkan bahwa kebersamaan antara dirinya dengan PDI Perjuangan yang sudah lama terjalin dengan baik terpaksa harus terhenti

Bupati Alor tak menyangka bahwa PDI Perjuangan akan terpengaruh dengan rekaman video yang sebenarnya diunggah tidak secara utuh hanya mengambil saat dirinya memarahi staf Kemensos.

Ia mengaku bahwa dalam video viral itu dirinya sama sekali tak pernah menyebutkan PDI Perjuangan.

“Jadi kemarahan saya itu karena adanya tata kelola penyaluran bantuan sosial kepada korban bencana Seroja yang dilakukan Kemensos,” kata dia.

Baca jugaDukung Kemerdekaan Palestina, Indonesia Ingin Keterlibatan UE

Ia mengaku bahwa sebenarnya kasus memarahi staf Kemensos dan menyebut Menteri Sosial itu sudah terjadi sejak April lalu, bahkan dirinya sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Mensos saat ke Alor beberapa waktu lalu.

Terkait surat pencabutan dukungan itu, Amon mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang pencabutan rekomendasi atau dukungan mereka terhadap bupati dua periode itu.

Meskipun dukungan dicabut, katanya, saat ini masih ada 14 kursi DPRD Alor yang masih mendukung posisinya sebagai kepala daerah.

Sementara PDI Perjuangan Alor hanya memiliki empat kursi di DPRD Alor.

Sebelumnya anggota DPR RI asal Dapil NTT 1 Flores Lembata dan Alor Andreas Hugo Parera menyatakan bahwa DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan kepada Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo, setelah video viral yang bersangkutan memarahi anak buah Menteri Sosial Tri Rismaharini.

“Surat pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDI Perjuangan pada November 2017 sempat mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk maju pada Pilkada Alor 2018,” katanya.

Melalui surat pencabutan dukungan ini, DPP menginstruksikan DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD setempat untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Alor.*

Artikel SebelumnyaKapolri Lakukan Mutasi Terhadap 348 Pati dan Pamen
Artikel BerikutnyaKemensos Siapkan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah