LABUAN BAJO, dawainusa.com – Kawasan Taman Nasional Komodo yang terletak di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dipantau dengan menggunakan aplikasi teknologi digital.

Dilansir dari ANTARA, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu menjelaskan, hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa segala bentuk aktivitas di sekitar kawasan itu, baik di darat maupun di laut, terjamin aman.

Untuk mewujudkan rencana ini, Pemerintah Provinsi NTT akan menggandeng salah satu perusahan teknologi tinggi yang berasal dari Singapura.

Baca juga: Viktor Laiskodat Disebut sebagai Gubernur yang Hanya Bisa ‘Omong’

“Teknologi itu nanti juga mampu mendeteksi aktivitas pencurian ikan, rusa dan perusakan kawasan TN Komodo semuanya bisa terpantau dengan baik,” tutur Jelamu di Kupang, Kamis (5/12).

Dari keterangan Jelamu, rencana pemasangan teknologi digital ini ditargetkan akan terwujud pada tahun 2020 mendatang.

“Baru pertama kali di Indonesia teknologi itu digunakan di NTT. Kami akan mengelolah TN Komodo secara profesional mengikuti pengelolaan taman-taman nasional dunia seperti taman nasional Galapagos dan Taman Nasional di Afrika yang menerapkan sistem aplikasi teknologi tinggi dalam pengawasannya,” ujar Jelamu.

Selain mengungkapkan hal itu, Jelamu juga menginformasikan bahwa akan ada pembatasan kunjungan wisatawan ke TN Komodo.

Langka ini diambil untuk tetap menjaga wilayah tersebut sebagai zona konservasi, dan juga dimaksudkan agar TN Komodo bisa menjadi salah destinasi wisata yang bermutu tinggi di dunia.

Sudah Disampaikan Jokowi

Rencana pembatasan kunjungan wisatawan ke TN Komodo sebelumnya sudah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yakni pada 11 Juli lalu ketika melakukan kunjungan kerja di Pulau Komodo.

Saat itu, secara tegas Jokowi mengatakan bahwa Pulau Komodo mesti ditata secara maksimal sebagai sebuah wilayah konservasi.

“Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana,” ujar Jokowi.

Baca juga: Sejumlah Sapi di NTT Tewas Tersambar Petir

Terkait dengan hal itu, Jokowi menegaskan, pemerintah nantinya akan membuat Pulau Komodo menjadi lebih eksklusif ketimbang pulau lain yang ada di sekitarnya.

Untuk itu, demikian Jokowi, setiap wisatawan yang hendak melihat binatang purba Komodo, mereka bisa melihatnya itu ke Pulau Rinca. Sebab di sana, binatang dengan sebutan Latin Varanus Komodoensis itu juga sangat banyak.

“Rinca tetap punya hitungan daya dukung, berapa turis yang datang. Enggak mungkin kita buka silahkan, silahkan, enggak ada seperti itu. Ini adalah taman nasional. Jadi urusan lingkungan juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan,” demikian Jokowi.*