Sempat Tolak ke RS Karena Takut Divonis Covid-19, Pria di NTT Akhirnya Meninggal Dunia
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Sempat tolak untuk dibawa ke Rumah Sakit karena takut divonis Covid-19, seorang pria bernama  Rinto Nubatonis (24) ditemukan meninggal di dalam kamar indekos yang ditempatinya di Kelurahan Naikoten, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (15/8).

Diketahui, selama ini, pria asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebut tinggal bersama istrinya bernama Ermina Rouk. Dari keterangan Ermina Rouk, suaminya itu sudah tiga bulan mengalami sakit batuk yang mengeluarkan darah.

Baca juga: Hebat! Perempuan asal Pedalaman NTT Ini Jadi Calon Wali Kota di Australia

Ia mengaku, telah menganjurkan suaminya untuk berobat di rumah sakit. Namun sang suaminya tersebut menolaknya karena takut divonis Covid-19.

“Dia (Rinto) tidak pernah berobat di rumah sakit, padahal kondisinya parah. Dia takut kalau sampai rumah sakit nanti Covid,” kata Ermina, Minggu (15/8) siang.

Karena anjuran tersebut ditolak oleh suaminya, Ermina terpaksa merawat suaminya itu di tempat tinggalnya hingga pada akhirnya meninggal dunia. “Tadi pagi saat saya mau bangunkan dia untuk makan, tapi dia sudah meninggal,” terang Ermina.

Lebih lanjut Ermina mengungkapkan, karena mengetahui suaminya itu sudah meninggal dunia, ia kemudian melaporkannya kepada pemilik kos dan polisi.

Takut Divonis Covid-19

Sementara itu, pemilik kos bernama Gerson Louro menyebutkan bahwa Rinto pernah berobat di puskesmas setempat tetapi tidak tuntas. “Dia takut akan divonis sakit Covid-19, sehingga tidak mau berobat ke rumah sakit,” tutur Gerson.

Gerson pun terkejut saat mendengar informasi soal meninggalnya Rinto. Ia lantas melaporkan kejadian itu kepada polisi.  Anggota Polsek Oebobo yang dipimpin Panit 1 Reskrim Aiptu Frids Sia bersama anggota SPKT pun langsung datang ke lokasi dan langsung memasang garis polisi.

Baca juga: Wajib Tahu! Vaksinasi Covid-19 Lengkap Dua Dosis Sangat Penting, Ini Alasannya

Selain itu, petugas dari Rumah Sakit SK Lerik Kupang juga tiba di lokasi dan langsung melakukan rapid antigen terhadap Rinto dan hasilnya negatif. Sementara itu, saat diperiksa oleh polisi dan petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Rinto.

Pada sisi lain, istri dan keluarga Rinto juga menerima kematian tersebut sebagai sebuah musibah dan menolak untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Jenazah Rinto pun kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten TTS untuk dimakamkan.*