dawainusa.com Masyarakat perlu memahami sifat Covid-19 ketika berada di tubuh pasien yang terkonfirmasi positif meninggal dunia. Dengan begitu tidak perlu khawatir tertular virus berbahaya tersebut.

Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan covid-19 Rumpun Kuratif di Jatim, dr Joni Wahyuhadi menjelaskan, coronavirus ini sebenarnya bukanlah mahkluk hidup, melainkan benda mati.

Baca juga: Gugur Setelah Tangani Corona, Jenazah Perawat Ini Ditolak Warga

Virus ini hanya rangkaian protein yang dilapisi oleh lemak. Ketika menempel di benda hidup (manusia), virus akan bertahan lama. Apalagi sudah masuk ke darah, sehingga akan bercampur menjadi darah manusia.

“Dia nempel di benda itu (manusia), maka dia masuk ke dalam selnya itu,” kata dr Joni, saat jumpa pers di Grahadi, Surabaya, Jumat (8/4/2020).

Dirut RSU Dr Soetomo Surabaya itu menjelaskan, jika pasien positif sudah meninggal dunia, maka tidak semuanya sel di tubuh manusia langsung berhenti semua.

Dengan begitu masih ada sel yang sedikit bertahan di dalam tubuh manusia. “Makanya virusnya ada di sana. Jadi jenazah itu memang tempatnya virus tepatnya di saluran nafas jenazah,” terangnya.

Tak Perlu Khawatir Tertular, Kenali Sifat Covid-19 di Tubuh Jenazah
Ilustrasi – ist

Sama Seperti Pedoman Kemenkes

Menurut Joni, jika membaca pedoman pemulasaraan jenazah yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan maupun, ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional sebenarnya sama.

Dalam pedoman itu, pasien yang meninggal harus segera dimakamkan dalam 4 jam. Mengingat sampai saat ini tidak ada satupun literatur yang pernah meneliti masa bertahan virus.

Baca juga: Ini Hasil 26 Sampel Swab Warga NTT yang Diperiksa di Jakarta

“Berapa jam bertahan itu belum ada penelitian. Hanya disarankan 4 jam segera dimakamkan karena selama masih ada bagian dari tubuh kita yang hidup pasti dia nempel di situ. Tapi kalau bagian tubuh kita ini mati ya ikut mati,” paparnya.

Joni sendiri sudah pernah menyampaikan, bahwa pasien yang sudah meninggal harus langsung dikremasi. Dalam prosesi itu tidak boleh ada cairan jenazah yang tercecer di rumah sakit.

Selanjutnya dimasukkan kantong plastik jenazah dan diletakkan dalam peti. “Kantong jenazah dan peti disemprot disinfektan kemudian ditutup rapat. Selanjutnya dimakamkan,” pungkasnya.*