Tak Bergeraknya SBY di Kubu Prabowo-Sandi, Apa yang Terjadi?

Tak Bergeraknya SBY di Kubu Prabowo-Sandi, Apa yang Terjadi?

FOKUS, dawainusa.com Belakangan ini, sikap Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi sorotan. Soalnya adalah mantan Presiden ke 6 itu terkesan diam dan tak pernah memberikan pernyataan sekaligus seruan untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

Pada hal SBY tercatat sebagai Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) pasangan nomor 02 itu. Selain itu, Partai SBY sendiri (Demokrat) telah menyatakan dukungan resminya kepada kubu oposisi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti.

SBY juga terlihat lebih fokus melakukan konsolidasi Partai Demokrat ketimbang melakukan konsolidasi untuk kemenangan Prabowo-Sandi. Misalnya saja, dalam tour SBY yang dilakukan pekan ini di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak ada seruan untuk menangkan Prabowo-Sandi.

“Kepada para caleg partai Demokrat saya larang untuk berjanji yang muluk-muluk dan terlalu banyak berjanji,” pesan SBY di Cirebon, Rabu (31/10) kemarin.

Baca juga: Gerindra Soal Fahri Hamzah yang Minta Prabowo Mundur

Dalam tim Jurkam Prabowo-Sandi, SBY disebut akan fokus memenangkan koalisi Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS itu di wilayah Jawa Timur. Namun lagi-lagi SBY tak pernah menyinggung soal kemenangan Prabowo-Sandi di daerah yang telah disebutkan itu.

“Seluruh caleg Demokrat kunjungilah masyarakat yang ada di tempat saudara untuk mendengarkan permasalahan apa yang mereka alami,” pesannya lagi. Tak menyinggung Prabowo-Sandi.

Di balik sikap diam dan tak bergeraknya SBY di Kubu Prabowo-Sandi, publik kemudian bertanya-tanya apa yang terjadi dengan SBY? Dalam kondisi seperti ini interprestasi-inter prestasi ‘nakal’ atas sikap SBY berkeliaran.

Persepsi publik bisa saja mengaitkan diamnya SBY dengan peristiwa tidak terpilinya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Cawapres Prabowo?

Atau mungkinkan diamnnya SBY merupakan strategi khusus yang secara sengaja dimainkan kubu opsisi mengingat SBY dua kali berturut-turut memenangi pertarungan pemilu di Pemilihan Presiden?

Interprestasi-intresprestasi semacam ini tentu saja membutuhkan klarifasi dari kubu oposisi. Klarikasi menjadi penting karena di tahun politik seperti sekarang ini, isu-isu sensitif akan dengan mudah digoreng sehingga memperkeruh situasi.

Tanggapan Demokrat Soal Diamnya SBY untuk Kemenangan Prabowo-Sandi

Partai demokrat menanggapi desas-desus diamnya SBY di tim Juru Kampanye Nasional Prabowo-Sandi. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menilai, SBY dan partainya memang belum masuk ke tahap kampanye Pilpres 2019. Andi mengatakan, partainya masih melakukan Konsolidasi internal.

Andi kemudian menjelaskan acara yang dihadiri oleh SBY di Jawa Timur. Ia mengatakan, acara tersebut bukan dalam rangka kampanye Prabowo-Sandi melainkan konsolidasi internal kader demokrat sekaligus pembekalan caleg dan menyerap aspirasi publik.

“Jadi konsentrasi kita pada konsolidasi kader menyambut Pileg 2019,” jelas Andi di Jakarta, Kamis (1/11).

Dia menjelaskan, konsolidasi internal Demokrat akan berlangsung setidaknya sampai 10 November mendatang. Seluruh Caleg nasional, kata Andi, akan berkumpul di Hotel Sultan Jakarta pada 9-10 November sebagai puncak pemantapan konsolidasi internal partai.

“Tentang Pilpres tentu kita akan lakukan setelah konsolidasi internal Demokrat selesai. Juga berharap konsolidasi koalisi bisa cepat,” tegas Andi.

Baca juga: Jokowi Menolak Berkomentar Soal Aksi Guru Honorer di Depan Istana

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Demokrat selama ini sudah turut andil memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Itu, kata dia terlihat dari hadirnya Demokrat dalam beberapa kampanye di daerah.

“Enggak sudah kok, sudah orang kita tim kampanyenya sudah bareng di daerah-daerah, seperti saya sudah bersama dengan temen-temen Demokrat di Jateng,” kata Ferry.

Menurut dia, wajar jika SBY lebih sering meminta kadernya untuk memenangkan Pileg 2019 ketimbang menyuruh kadernya untuk memangkan Prabowo-Sandi. Karena, lanjut Ferry, Pileg juga suatu hal yang penting bagi partai.

“Tapi kan memang ini pileg juga menjadi bagian yang harus dilakukan setiap partai politik bukan hanya Demokrat itu kan ada pertemuan-pertemuan yang sifatnya internal yang bicara tentang pileg. Tetapi kalau yang pilpres semuanya sudah pasti ke Prabowo-Sandi,” ujarnya.

“Tapi kalau yang disampaikan itu kan mungkin kaitannya soal pileg kalau soal pilpresnya udah jalan terus kok,” sambungnya.

Juru bicara tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini justru menganggap kubu capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin yang belum maksimal.

“Ya capres-cawapresnya belum pernah kalau kita kan sama PKS sama PAN terus nanti bentar lagi dengan Demokrat kan udah. Kalau mereka kan belum ada seperti keliatan itu PSI belum masih gimana gitu,” ucapnya.*

COMMENTS