Wajib Tahu! Ini Syarat Terbaru untuk Terima Vaksin Covid-19
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com – Pemerintah Republik Indonesia terus berupaya agar warganya dapat menerima vaksin Covid-19.

Upaya vaksinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok (Herd Immunity) di tengah masyarakat dalam rangka melawan penyebaran Virus Corona.

Baca juga: Ternyata Ini Syaratnya Kalau Ingin Kebijakan PPKM Tidak Diperpanjang Lagi

Adapun saat ini, stok vaksin Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah telah mencapai sekitar 74 juta di seluruh daerah di Indonesia.

Dengan jumlah vaksin yang terus bertambah tersebut, diharapkan bahwa vaksinasi bisa semakin massif dilakukan dan menjangkau semua masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Syarat-syarat Penting yang Mesti Diketahui oleh Penerima Vaksin Covid-19

Terkait dengan penerimaan vaksin Covid-19 ini, setiap warga dapat mendaftarkan diri ke posko vaksinasi terdekat sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

Namun, sebelum itu, perlu diketahui bahwa untuk menerima vaksin tersebut, ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi oleh penerima vaksin.

Syarat tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/2/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menerima vaksin Covid-19? Berikut persyaratannya.

Pertama, tidak terkonfirmasi covid-19. Jika pernah positif corona, sudah sembuh minimal tiga bulan sejak terkonfirmasi.

Kedua, berusia di atas 18 tahun. Sementara masyarakat lansia sudah bisa mendapat vaksin covid-19. Ketiga, tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.

Keempat, bagi ibu hamil, vaksinasi ditunda sampai melahirkan. Sementara ibu menyusui boleh divaksinasi.

Kelima, jika memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan atau reaksi berat lainnya karena vaksin, maka vaksinasi diberikan di rumah sakit.

Keenam, jika memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya, maka tidak diberikan lagi untuk vaksinasi dosis kedua.

Ketujuh, orang yang mengidap penyakit kronik (seperti penyakit paru obstrujtif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit hati atau liver) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

Kedelapan, apabila dalam pengobatan TBC lebih dari dua minggu, maka vaksinasi dapat diberikan.

Kesembilan, jika menyandang dan sedang mendapat pengobatan penyakit kanker, maka vaksinasi tidak dapat diberikan, kecuali ada surat rekomendasi dari dokter yang merawat.

Kesepuluh, apabila sedang mendapat pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfuse, maka vaksinasi ditunda dan dirujuk.

Kesebelas, bagi penderita penyakit autoimun sistemik, maka vaksinasi ditunda dan dikonsultasikan kepada dokter yang merawat.

Kedua belas, pemilik riwayat penyakit epilepsi, vaksinasi dapat diberikan jika dalam keadaan terkontrol.

Ketiga belas, jika menyandang penyakit diabetes melitus yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Keempat belas, untuk orang dengan HIV yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Kelima belas, bila mendapat vaksinasi lain selain vaksin covid-19 kurang dari satu bulan terakhir, maka vaksinasi ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.*