Menteri Susi: Yang Hari ini Enggak Ingat Ibunya, Tenggelamkan!

Menteri Susi: Yang Hari ini Enggak Ingat Ibunya, Tenggelamkan!

Menteri Susi turut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan hari ibu.  Menurutnya, yang hari ini enggak ingat ibunya, tenggelamkan. (Foto: enteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti - ist)

“Malaikat tidak akan pernah berubah menjadi seorang ibu, tetapi ibu bisa menjelmah menjadi seorang malaikat”

FOKUS, dawainusa.com Setiap 22 Desember, dunia memeringati hari ibu. Peringatan itu dipandang sebagai sebuah cara untuk merenungkan dan mengembalikan kesadaran setiap orang, bahwa betapa berharganya seorang perempuan bernama ibu.

Ibu adalah rahim kehidupan. Ia memberikan segala sesuatu bagi setiap orang, dan tanpanya manusia tidak akan bisa berada dan mengembara di atas muka bumi ini. Karena itu, merayakan hari ibu seharusnya menjadi suatu kewajiban bagi setiap orang.

Perayaan hari ibu tentu tidak hanya sebatas seremonial belaka. Ada yang lebih penting dari itu, yakni sebuah ungkapan syukur atas kehidupan.

Baca juga: Ini yang Akan Diboikot FPI 25 Desember Nanti

Peringatan hari ibu mesti mampu membawa setiap orang pada kesadaran; betapa berharganya hidup ini. Coba ingat dan bayangkan, apa yang dialami seorang ibu saat ia mengandung.

Selama sembilan bulan, Ia harus memikul dan merawatnya. Saat hendak melahirkan, Ia harus menanggung penderitaan, bahkan sampai harus berada dalam titik antara hidup atau mati. Semua itu ditanggungnya karena begitu besar cintanya akan kehidupan.

Peringatan hari ibu tahun itu mesti menjadi momentum bagi setiap orang untuk merayakan kehidupan ini dengan penuh cinta kasih. Caranya dengan sikap penuh tanggung jawab akan kehidupan ini sebagai hadiah yang tak tergantikan dari Sang Pencipta lewat rahim seorang ibu.

Tanpa Ibu Negara Indonesia Tidak Akan Ada

Kesempatan merayakan cinta seorang ibu, rupanya tak luput dari sorotan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Sosok kontroversial itu, hari ini juga turut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan hari ibu.

“Yang hari ini enggak ingat ibunya, tenggelamkan!” ungkap Susi Jumat, (22/12).

Baca juga: Masalah Banjir di Jakarta, Anies Baswedan Tetap Ikuti Gaya Ahok

Ajakan sekaligus peringatan dari sang menteri ini hendak menunjukkan kepada masyarakat Indonesaia bahwa peran seorang ibu sangat penting bagi kehidupan, secara khusus dalam konteks pembangunan berbangsa dan bernegara.

Bagi Susi, sosok ibu adalah juru kunci sekaligus fondasi yang membuat bangsa ini besar dan berjaya. Menurutnya, tanpa kehadiran seorang ibu, negara ini tidak akan bisa berdiri tegak seperti sekarang.

“Nusantara kita ada karena kehebatan raja dan mahapatihnya. Mereka dilahirkan oleh ibu,” kata Susi.

Sebagai seorang perempuan tentu ibu susi merasakan apa yang mesti dilakukan seorang ibu sebagai tanggung jawabnya terhadap kehidupan.

Ibu, di mata Susi, juga adalah sumber kasih dalam kehidupan keluarga. Karena itu, ia juga tak lupa memberikan pesan kepada seluruh ibu di Indonesia untuk terus mewartakan kasih dalam keluarga.

“Bekerjalah dengan kasih dan kegembiraan untukmu dan keluarga,” ujar Susi.

Hari Ibu: Momentum Bangkitkan Kembali Semangat Perempuan

Tidak cuma Menteri Susi, ucapan yang sama juga disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.

“Saya ingin menyampaikan Selamat Hari Ibu, terutama kepada para perempuan di Indonesia, apapun profesinya,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca juga: Terharu, Ini Curahan Hati Novanto Setelah Airlangga Jadi Ketum Golkar

Sri Mulyani berusaha menegaskan kembali peran perempuan Indonesia untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Ia mengatakan, perayaan hari ibu ini mesti mampu menghadirkan kembali semangat perjuangan perempuan Indonesia yang hampir surut akhir-akhir ini.

Ia mengungkapkan, tepat 88 tahun silam, para perempuan Indonesia menggelar Kongres Perempuan pertama di Yogyakarta.

Pada masa itu, katanya, setidaknya ada dua hal yang diperjuangkan para perempuan itu, yakni kedudukan perempuan di sejumlah bidang dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Saya sebagai Menteri Keuangan akan mencoba meminjam semangat perempuan tersebut,” ujar wanita yang sering disapa Ibu Ani itu di Jakarta.

Ibu Ani juga mengajak semua perempuan Indonesia untuk terus optimalkan kemampuan yang mereka miliki. Sebab, katanya ada potensi besar yang belum terwujudkan oleh para perempuan Indonesia saat ini.

“Karena dunia ini bergerak sangat dinamis, apapun peran Anda pasti akan bisa menumbuhkan dan menyumbangkan lebih positif terhadap perekonomian, dalam dunia rumah tangga, bahkan sampai masalah politik, hukum, dan sosial,” ungkapnya.* (YAH).