Survei Pilpres Populi Center, Petahana Ungguli Pasangan Prabowo-Sandi

Survei Pilpres Populi Center, Petahana Ungguli Pasangan Prabowo-Sandi

JAKARTA, dawainusa.com Ajang demokrasi pemilihan presiden 2019 tinggal beberapa bulan lagi. KPU telah mengumumkan, pilpres bakal diikuti dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Capres Petahana, Joko Widodo mengandeng KH Ma’ruf sebagai cawapres. Pasangan ini mendapat nomor urut 1.

Sedangkan Capres Prabowo Subianto maju dengan menggandeng cawapres Sandiaga Uno. Pasangan ini ditetapkan mendapat nomor urut 2. Sekarang, masing-masing kubu bekerja ekstra keras untuk memenangkan pasangan yang diusung. Partai pengusung dan pendukung kedua kubu pun tak tinggal diam, mereka telah mematangkan strategi untuk meraih kemenangan.

Baca juga: Bambang Soesatyo Dukung Rencana Pemerintah Bentuk Lembaga Tunggal Legislasi

Sejumlah lembaga survei telah melakukan survei terkait elektabilitas masing-masing calon. Dalam beberapa survei, Jokowi masih unggul dari Prabowo. Meski begitu, bukan berarti elektabilitas Prabowo tidak berpotensi terdongkrak. Prabowo-Sandi masih punya cukup waktu untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Terbaru, lembaga survei Populi Center melakukan survei terkait Pilpres. Survei ini dilakukan secara scientific dengan mendasarkan pada penarikan sampel sesuai kaidah probability sampling di 34 provinsi di Indonesia.

Survei ini diselenggarakan pada tanggal 23 September – 1 Oktober 2018 setelah penetapan dan pengundian nomor urut pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, serta setelah dibentuknya tim kampanye nasional baik dari kubu Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Tujuannya adalah untuk mengetahui peta elektabilitas kandidat pascapenetapan pasangan oleh KPU. Survei ini dengan cara wawancara tatap muka dengan 1.470 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 2,53 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Berikut hasil survei Populi Center terkait Pilpres 2019.

Eelektabilitas Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandi

Dari sisi elektabilitas, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan angka elektabilitas sebesar 56,3 persen. Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada di angka 30,9 persen. Adapun untuk tingkat kemantapan pilihan, jumlah masyarakat yang telah mantap dengan pilihannya sedikit meningkat dari 72.6 persen di bulan Agustus menjadi 75,2 persen.

Di sisi lain, jumlah pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya juga menurun dari 13,4 persen menjadi 12,1 persen. Dilihat berdasarkan sebaran pemilihnya, sebanyak 65.1 persen pemilih pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin adalah pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya. Sementara, pemilih pasangan Prabowo – Sandiaga yang sudah mantap dengan pilihannya ialah sebesar 33,3 persen.

Baca juga: Komentar Sekjend Demokrat Soal Politikus Sontoloyo ala Presiden Jokowi

Pemilihan calon wakil presiden belum memberikan dampak elektoral yang signifikan terkait perolehan elektabilitas pasangan. Hal ini bisa terlihat dari data di bulan Agustus dimana elektabilitas Jokowi – Ma’ruf ialah 55,1 persen, dan hanya naik sedikit menjadi 55,6 persen di bulan Oktober. Begitu pula halnya dengan pasangan Prabowo-Sandiaga. Di bulan Agustus elektabilitas pasangan ini sebesar 30,3 persen, sementara di bulan Oktober sebesar 30,9 persen.

Dengan demikian, baik Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden sejauh ini masih belum memberikan kontribusi terhadap tingkat keterpilihan calon presiden, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

Hal yang juga menarik adalah bagaimana pemilih usia milenial dalam menilai kedua pasangan capres dan cawapres. Berdasarkan temuan, Joko Widodo menjadi tokoh yang paling menarik penampilannya di mata pemilih milenial dengan rentang usia dibawah usia 34 tahun dengan perolehan persentase sebesar 42.3%.

Selain itu, pemilih milenial juga mengapresiasi cara berpidato Joko Widodo. Pemilih milenial yang menyukai gaya berpidato Joko Widodo tercatat 42,8 persen, beda tipis dengan pemilih milenial yang memilih gaya berpidato Prabowo Subianto sebesar 43,2 persen. Ini menunjukkan, di antara tokoh capres dan cawapres yang ada Prabowo bukan lagi satu-satunya tokoh yang dianggap pandai berpidato.

Dilihat dari sebaran responden berdasarkan jenis kelamin, pasangan Jokowi-Ma’ruf diunggulkan baik dari responden laki-laki dengan persentase 57.0 persen maupun responden perempuan dengan persentase sebesar 55,6 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandiaga sendiri dipilih oleh 31,3 persen pemilih laki-laki dan 30,5 persen pemilih perempuan.

Eelektabilitas Berdasarkan Sebaran Dukungan Wialayah

Kemudian, berdasarkan sebaran dukungan wilayah pulau, data menunjukkan bahwa sebaran pemilih Jokowi-Ma’ruf paling banyak berasal dari Indonesia Timur yakni dengan persentase 61,8 persen, diikuti oleh Pulau Jawa dengan 55,8 persen. Di sisi lain, sebaran pemilih Prabowo – Sandi paling banyak berasal dari Sumatera yakni 42,8 persen, lalu Pulau Jawa sebesar 31,9 persen.

Selanjutnya, berdasarkan pemilih usia milenial (di bawah 34 tahun) lebih banyak yang memilih pasangan Joko Widodo – Ma’ruf dengan persentase sebesar 56,1 persen. Begitu juga dengan pemilih di atas usia 35 tahun yang juga memilih pasangan ini dengan persentase sebesar57,1 persen.

Baca juga: Sejumlah Tanggapan di Balik Politik Sontoloyo ala Jokowi

Melihat sebaran pemilihnya, soliditas dukungan partai untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf ada pada partai PKB (73,0 persen), PDIP (90,8 persen), dan NasDem (82,3 persen). Sedangkan, pemilih partai Golkar belum sepenuhnya mendukung pasangan nomor urut satu ini dengan persentase 58,0 persen.

Sama halnya dengan PPP (47,5 persen). Untuk pasangan Prabowo – Sandiaga sendiri mendapat dukungan yang solid dari Partai Gerinda (86,2 persen), PKS (70,5 persen), Garuda (85,7 persen), dan PAN (66,7 persen). Sementara itu, Partai Demokrat sebesar 54,5 persen.

Berdasarkan sebaran tersebut, pemilih partai yang masih belum solid pilihannya kepada salah satu kubu, ialah PPP, Demokrat dan Golkar.

Temuan survei berupa simulasi pilihan terhadap partai politik, tercatat paling tidak terdapat lima parpol yang berpotensi lolos batas ambang parlemen sebesar 4 persen, yaitu PDIP (25,1 persen), Gerindra (11,8 persen), PKB (10,3 persen), Golkar (10,2 persen), dan Nasdem (4,2 persen). Sementara partai peserta pemilu lainnya belum aman lolos dari ambang batas parlemen karena masih di bawah 4 persen.*

Rilis Media Populi Center

[pdf-embedder url=”https://www.dawainusa.com/wp-content/uploads/2018/10/RILIS-SURVEI-NASIONAL-POPULI-CENTER-DAWAINUSA.pdf” title=”RILIS SURVEI NASIONAL POPULI CENTER – DAWAINUSA”]