Survei LSI, Jokowi-Ma’ruf Unggul atas Prabowo-Sandi

Survei LSI, Jokowi-Ma’ruf Unggul atas Prabowo-Sandi

JAKARTA, dawainusa.com – Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin untuk sementara unggul atas pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dari hasil survei terkait tingkat elektabilitas di Pilpres 2019 yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Hasil survei yang dirilis LSI pada Selasa (21/8) tersebut menampilkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf berhasil memperoleh dukungan suara sebanyak 52,2 persen dari masyarakat Indonesia.

“Jokowi-Ma’ruf 52,2 persen, Prabowo-Sandi di angka 29,5 persen. 18,3 persen rahasia atau belum memutuskan,” jelas peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur.

Baca juga: Cuitan Mahfud MD yang Memantik Respon Sejumlah Elit Parpol

Berdasarkan hasil survei tersebut, Adjie mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sejauh ini sudah mencapai the magic number. Alasan utamanya ialah karena perolehan dukungan terhadap pasangan ini telah mencapai angka 50 persen.

“Pasangan Jokowi-KH Ma’ruf telah mencapai the magic number karena elektabilitas mencapai 50 persen,” tutur Adjie.

Kehadiran Ma’ruf Kurangi Elektabilitas Jokowi

Meski masih unggul dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, elektabilitas Jokowi saat ini dinilai sangat menurun. Hal itu terjadi karena munculnya Ma’ruf sebagai pendamping Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2019 nanti.

“Ada tren penurunan yang terjadi pada elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan KH Ma’ruf. Sebaliknya elektabilitas Prabowo naik ketika berpasangan dengan Sandiaga Uno,” ujar Adjie.

Baca juga: DPRD NTB Surati Jokowi Soal Status Gempa di Lombok

Adjie menerangkan, kehadiran Ma’ruf di kubuh Jokowi memang di satu sisi telah menaikan elektabilitas Jokowi dari kalangan umat Muslim. Sebab, sebelum berpasangan dengan Ma’ruf, elektabilitas Jokowi hanya mencapai 51,7 persen.

Akan tetapi, hal itu justru telah merugikan Jokowi sendiri karena dukungan dari masyarakat non Muslim menjadi berkurang, yakni hanya mencapai 47,5 persen.

Padahal, terang Adjie, apabila Jokowi tidak berpasangan dengan Ma’ruf, ia bisa saja mendapatkan elektabilitas sebanyak 70,3 persen dari kalangan non-Muslim.

“Pemilih nonmuslim, Jokowi 70 persen. Masuknya Ma’ruf membawa sentimen negatif di pemilih nonmuslim,” tutur Adjie.

Selain itu, di kalangan terpelajar, elektabilitas Jokowi juga mengalami penurunan sejak ia didampingi oleh Ma’ruf, yakni dari 50,5 persen menjadi 40,4 persen.

Untuk kalangan pemilih pemula, elektabilitas mantan Wali Kota Solo ini juga turun menjadi 39,5 persen. Meski begitu pasangan ini tetap unggul dibandingkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang hanya unggul di kalangan terpelajar.

“Dari total enam kantong suara penting, Jokowi-Ma’ruf unggul di lima kantong suara. Sementara Prabowo-Sandi unggul di satu kantong suara. Skor 5-1 untuk keunggulan Jokowi-Ma’ruf pasca pendaftaran capres-cawapres,” tutur Adjie.

Emak-Emak Lebih Mendukung Jokowi-Ma’ruf

Salah satu kantong suara yang berhasil diraih oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf ialah pemilih dari kalangan emak-emak atau perempuan.

Dari kalangan ini, mereka berhasil mendapatkan dukungan suara sebesar 50,2 persen. Sementara untuk pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno hanya mencapai 30,0 persen.

Baca juga: Yenny Wahid Soal Arah Politik Warga NU di Pilpres 2019

“Kampanye partai emak-emak oleh Sandiaga Uno ketika pidato paska pendaftaran KPU, nampaknya belum berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi di segmen ini,” jelas Adjie.

Kantong suara lain yang disurvei ialah dari kalangan wong cilik, yakni dari kalangan masyarakat dengan tingkat pendapatan di bawah Rp2 juta per bulan.

Dari kalangan ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf berhasil meraih dukungan sebesar 54,7 persen. Sedangkan, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hanya memperoleh jumlah suara sebesar 27,9 persen.

Survei LSI ini sendiri dilakukan sejak 12 sampai 19 Agustus 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling kepada 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.*