dawainusa.com Teka-teki kematian Putu Purnami Yanti (20), akhirnya terungkap. Mahasiswi Makassar ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena kemauan sendiri.

Melalui sepucuk surat yang sempat ia tulis, warga asal Kabupaten Luwu Timur itu meminta maaf kepada orang tua, sahabat dan juga sang kekasih.

Baca juga: Jejak Perjalanan 9 Pasien Positif Corona Covid-19 di NTT

Putu Purnamiyanti tercatat sebagai mahasiswi aktif di STIMIK Dipanegara Kota Makassar. Sebelumnya Putu ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di salah satu kamar di Pondok Putri Mulia Indah, Kelurahan Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, Selasa, 28 April 2020 malam.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan polisi di lokasi kejadian, ditemukan sepucuk surat dari korban. Dalam surat itu, ia mengutarakan segala isi hatinya dan permintaan maaf kepada orang-orang yang sangat sayang dengan Putu, karena harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, gantung diri.

“Iya benar, kami temukan sepucuk surat di lokasi penemuan korban. Ini diduga kuat ditulis oleh korban sendiri dengan maksud untuk meminta maaf kepada keluarganya,” kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriadi Idrus, seperti dilansir dari Tagar.id, Kamis 30 April 2020.

Dalam surat tersebut, Putu mencurahkan segala isi hatinya. Awalnya, dia meminta maaf kedua kepada orang tuanya atas apa yang diperbuatnya, dia juga belum mampu membahagiakan keluarganya.

Kemudian, korban pun berterima kasih kepada dua orang sahabatnya, Ayu dan Tari, karena selama ini telah menjadi sahabat yang baik. Terakhir, Putu juga tak lupa berterima kasih kepada pacarnya, yang telah menemaninya selama 22 bulan.

“Saya mohon bapak, mama, nenek dan adik-adik kakak, ini keluargaku semuanya untuk jangan bersedih atas kepergianku ini. Dan saya sudah melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan yaitu dengan cara bunuh diri,” tulis korban dalam suratnya.

Sebelumnya, Penemuan mayat ini bermula, ketika rekan dari korban berinisial NL, 20 tahun, merasa khawatir dengan korban karena beberapa hari belakangan, dia tidak pernah ada kabarnya dan juga handphone miliknya tidak aktif.

Selain itu juga, dalam dua hari terakhir, tidak mengikuti kuliah online. Oleh karena itu, NL berinisiatif ke pondokan sahabatnya itu menjenguknya.

Sesampainya di pondokan korban, pintu kamar C8 yang ditempati korban dalam keadaan terkunci. Selain itu, NL juga mencium aroma busuk dari dalam kamar. Karena merasa ketakutan, NL turun ke lantai dasar dan memanggil penjaga pondok agar dibukakan pintu kamar C8. Setelah dibuka, korban sudah ditemukan meninggal dunia.

“Karena tidak ada kunci, sehingga saksi sempat membuka paksa jendela kamar dengan cara dicungkil dan terlihatlah korban ini tergantung dengan gantungan kain warna putih dilehernya,” bebernya.

Isi Surat Putu Purnami Yanti

Berikut isi surat Putu Purnami Yanti:

Saya atas nama “Putu Purnami yanti” dengan ini saya membuat surat ini untuk mewakili isi hati saya yang terakhir kalinya. Ini saya meminta maaf sebelumya kepada orang tua saya, bapak mama saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya perbuat sebelumnya yang membuat kecewa atau sebagainya saya meminta maaf karena belum bisa membahagiakan bapak, mama.

Dan saya mohon bapak, mama, nenek dan adik-adik kakak ini, keluargaku semuanya untuk jangan bersedih atas kepergianku ini. Dan saya sudah melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan yaitu dengan cara bunuh diri.

Jadi, biarkanlah saya pergi dan ikhlaskanlah. Dan sekali lagi saya meminta maaf karena belum bisa jadi yang terbaik dan membahagiakan kalian semua. Dan saya lakukan ini (bunuh diri) bukan atas kesalahan siapa-siapa tetapi ini hanya dari niatku untuk mengahkiri hidupku hanya mampu menjalaninya menjalaninya sampai di semester 4 ini.

Dan saya juga tak lupa untuk berterima kasih kepada kedua orang tuaku yang sudah menjaga dan merawat saya hingga pada saat ku sudah membiayai kuliahku dan saya juga belum membalas semua itu, jadi sekali lagi, tolong jangan salahkan siapapun atas kepergian saya ini. Dan saya pamit untuk pergi selamanya di dunia ini.

Dan untuk teman-temanku “Ayu, Tari” saya minta maaf juga kepada kalian kalau ada salahku selama ini bersama kalian. Dan saya juga tak lupa untuk berterima kasih kepada kalian Ayu, Tari karena sudah banyak membantuku disaat saya kesusahan. Dan saya juga bersyukur sekali ketemu kalian di kampus, karna kalian baik sekali kepada saya.

Maafkan saya Ayu, Tari belum bisa membalas kebaikan yang pernah kalian lakukan kepada saya. Terima kasih Ayu, Tari atas kebersamaanya selama semester 4 ini baik itu suka maupun duka, senang kita lalui bersama.

Hal yang tak kulupakan ketika saat bersama baik itu tidur bareng, berbagi cerita, kerja tugas bareng, dan kemana-mana kita selalu bareng-bareng tidak pernah pisah. Thanks ya Ayu, Tari semoga kalian cepat wisuda.

Dan terakhir pesanku kepada pacar saya “Dewa Ari” saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya perbuat kepada kamu baik itu sering membuatmu kecewa, marah, kesal, dan sebagainya saya mohon maaf.

Dan saya nitip pesan sama kamu tolong lepaskan aku dan ikhlaskanlah atas kepergianku ini. Saya minta sama kamu jadilah laki-laki yang baik, setia, dan bertanggung jawab itu permintaanku. Makasih juga kamu sudah menemaniku selama 22 bulan.*