Supaya Tidak Masuk Bui, Buni Yani Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Supaya Tidak Masuk Bui, Buni Yani Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JAKARTA, dawainusa.com – Mantan terpidana kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani menegaskan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) mesti menang dalam pertarungan Pilpres 2019.

Ia mengatakan, dirinya akan siap untuk mewujudkan hal tersebut. Sebab, kalau tidak demikian, ia pasti akan terseret ke balik jeruji besi. “Ya tentu (siap memenangkan). Pak Prabowo harus menang, kalau enggak nanti saya masuk penjara 1,5 tahun,” tutur Buni Yani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/9).

Buni Yani memang sudah bergabung di dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ia mengambil keputusan itu sebagai salah satu cara dari dirinya untuk melawan Pemerintahan Jokowi.

Baca juga: Dikriminalisasi Jokowi, Buni Yani Lawan dengan Bergabung ke Prabowo

Jokowi, demikian Buni Yani, mesti harus dilengserkan dari jabatannya sebagai Presiden RI lewat Pilpres 2019 nanti. Sebab, ia menilai Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya dalam kasus pemotongan video pidato Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang kemudian dianggap sebagai sebuah penistaan terhadap agama Islam.

“Itu salah satu langkah saya untuk melawan Jokowi terpaksa saya harus bergabung ke Pak Prabowo. Karena saya dikriminalisasi,” kata Buni Yani.

Terkait masalah yang menimpanya, Buni Yani mengaku bahwa ia sebenarnya tidak bersalah. Kasus itu sendiri, terang dia, masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Kasus saya ini bukan kasus, saya tidak ada unsur pidananya. Saya tidak salah apa-apa, dan bisa memberikan saya keadilan yang seadil-adilnya. Kalaupun tidak, saya akan terus tuntut sampai ujung dunia saya tuntut,” ucap Buni Yani.

Buni Yani Ahli di Bidang Komunikasi

Terkait kehadiran Buni Yani di dalam lingkaran Prabowo-Sandi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku bahwa hal itu sangat menguntungkan bagi pasangan yang didukungnya tersebut.

Ia mengatakan, keberadaan Buni Yani di timnya akan membantu mereka dalam hal komunikasi. Sebab, Buni Yani dinilai merupakan seorang pakar di dalam bidang tersebut.

Baca juga: Diajak Masuk Timses Prabowo, Buni Yani Akan Tangani Medsos

“Karena beliau termasuk yang aktif di media sosial, sebagai aktivis komunikasi dan ada yang mengusulkan, kemudian masuk,” ujar Fadli Zon.

Selain memiliki keahlian di bidang Komunikasi, Fadli Zon juga melihat Buni Yani sebagai sosok yang profesional. Ia dinilai Fadli Zom mampu menghasilkan berbagai macam strategi untuk memenangkan Pilpres 2019 nanti.

“Enggak ada masalah, kan proses hukum ya proses hukum. Sementara kita punya keyakinan apa yang dia lakukan tidak ada salahnya. Apa salahnya?” tutur Fadli Zon.

Sejumlah Strategi Sudah Diracik untuk Dukung Prabowo-Sandi

Buni Yani memang telah ditempatkan sebagai salah satu tim media dalam kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Terkait dengan hal ini, Buni Yani juga telah mengungkapkan bahwa dirinya telah meracik dan menyusun berbagai macam strategi media untuk kemenangan pasangan yang didukungnya.

Terkait strategi apa yang akan dipakainya untuk kemenangan pasangan dukungannya itu, ia sendiri mengaku tidak akan memberitahukannya kepada publik. Hal itu, kata dia, mesti menjadi barang rahasia dari timnya.

Akan tetapi, demikian Buni Yani, strategi itu sudah tentu untuk mengalahkan dan menjatuhkan Jokowi yang telah bertindak tidak adil dan mengkriminalisasikan dirinya.

Baca juga: Sidang Vonis Digelar, Alumni 212: Buni Yani Pembela Islam

“Saya itu tamat S2 di Amerika. Saya punya ilmunya yang saya mau ditempatkan. Jadi itu. Dan saya juga dosen. Jadi kalau anda mau tanya saya berdebat soal itu segala macem ini rezim gila ngerti nggak? Jadi dia mengkriminalisasi saya. Itu yang saya lawan,” kata Buni Yani.

Buni Yani sendiri optimis bahwa Prabowo-Sandi akan menang di dalam pertarungan Pilpres 2019 nanti. Ia juga akan berkerja dengan keras untuk mencapai hal itu. Dengan demikian, ia dapat terbebaskan dari hukuman yang menjerat dirinya.

“Justru itu yang saya lawan. Jadi ini harus dilawan ini rezim kalau dia zalim kepada masyarakat nya sendiri. Begitu,” ucap Buni Yani.*