Suaminya Ternyata Wanita, Sang Istri Menangis di Malam Pertama
Ilustrasi mempelai pria dan wanita - Iludio.com

Dawainusa.com – DS, seorang pengantin wanita asal Bengkulu, menangis di malam pertama usai menggelar pernikahan siri. Pasalnya, ia baru mengetahui bahwa suami yang baru saja menikahinya ternyata wanita juga.

DS merupakan warga Desa Bukit Makmur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Oleh ayah kandungnya, DS dinikahkan di bawah tangan (nikah siri) dengan FT.

“Mempelai wanitanya nangis di malam pertama, mungkin bingung. Iya, akhir bulan lalu, sekitar hari Rabu kejadiannya,” ujar Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ketahun, Indra Gunawan seperti dilansir Antara (6/3/2020).

BacaCantiknya Puteri Indonesia 2020, Raden Roro Ayu Maulida Putri

Suaminya Ternyata Wanita

Rencana gelaran resepsi pernikahan keduanya pun batal setelah DS mengungkapkan bahwa suaminya ternyata wanita juga.

Padahal, baik undangan, panggung hiburan, dan sejumlah sarana penunjang gelaran pesta pernikahan telah dipersiapkan oleh pihak keluarga DS.

Pasca insiden tersebut, keluarga DS pun mencari keluarga sang mempelai pria untuk meminta konfirmasi.

“Pihak keluarga wanita mencari keluarga mempelai pria FT di Kota Bengkulu,” jelas Kepala Dusun Desa Bukit Makmur, Rajib, di Bengkulu Utara, seperti dilansir Antara (6/3/2020).

Keluarga FT pun disebutkan telah mengkonfirmasi bahwa FT adalah seorang wanita, walaupun penampilannya seperti laki-laki.

Pasca insiden di malam pertama itu, sang mempelai wanita sempat merasa depresi. Namun, kini keadaannya telah berangsur-angsung mulai membaik.

“Awalnya sempat depresi tapi sekarang sudah mulai membaik. Ya shock mas, mengetahui suaminya wanita,” paparnya.

Ilustrasi Nikah Siri
Ilustrasi Nikah Siri – Detikcom

BacaAsayel Slay, Wanita Arab yang Dituding Hina Kota Suci Mekah

Rajib pun menjelaskan, permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua keluarga telah bertemu dan saling memaafkan atas peristiwa tersebut.

Belajar dari kejadian itu, Rajib berharap agar masyarakat dapat lebih mengenal dalam menerima orang asing yang belum dikenal sebelumnya.

Menurutnya, setiap calon pengantin juga penting melengkapi identitas diri sesuai aturan yang berlaku sebagai salah satu syarat pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Tanggapan Kementerian Agama

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menegaskan bahwa pernikahan itu tidak sah.

“Kalau pernikahannya sesama jenis ya pernikahannya tidak sah,” jelas Zainut dikutip Detikcom, Jumat (6/3).

Menurut Zainut, syarat sah perkawinan haruslah antara pasangan pria dan wanita. “Karena syarat sah pernikahan harus dua mempelai berlainan jenis,” jelasnya.

Zainut juga mengingatkan pentingnya pernikahan digelar secara resmi atau tercatat di kantor urusan agama (KUA). Dengan demikian, hal itu bisa memberikan jaminan kepastian hukum kepada kedua belah pihak.

“Kalau pernikahannya sesama jenis ya pernikahannya tidak sah. Kedua, karena itu siri berarti tidak tercatat ke Kemenag, jadi Kemenag tak punya tanggung jawab apapun terhadap pernikahan itu,” kata Zainut.

Ilustrasi Pernikahan
Ilustrasi Pernikahan – Ist.

BacaSoal Konsumsi Babi Sebabkan Corona, Ini Klarifikasi MUI

“Yang pasti untuk memberikan kepastian hukum terhadap status pernikahan, sehingga kedua belah pihak punya kekuatan hukum di dalam pernikahan itu, termasuk nanti terhadap anak-anak yang dilahirkan juga punya kepastian hukum kemudian terhadap warisan dan hak-hak sipil yang lain,” imbuhnya.

Selain itu, pernikahan yang tercatat juga untuk memberikan perlindungan negara terhadap hak-hak warga negara. Sebab, pihak yang merasa dirugikan akan bisa menggugat jika terjadi masalah.

“Jadi pernikahan itu sebenarnya untuk memberikan perlindungan kepada kedua belak pihak, ya dicatatkan di KUA dan negara. Kalau seperti ini (siri) kan, kalau ada pihak yang dirugikan tidak bisa menggugat,” pungkasnya.*