Suaminya Hilang Diterkam Buaya, Agustina Kian Gelisah dan Sulit Tidur

Suaminya Hilang Diterkam Buaya, Agustina Kian Gelisah dan Sulit Tidur

Duka yang mendalam tengah menyelimuti Agustina, istri Yeremias Seran yang hilang diterkam buaya pada Kamis, (4/1) kemarin. Agustina mengaku gelisah dan shock karena hingga kini suaminya belum ditemukan. (Foto: Agustina Hoar - Pos Kupang)

BETUN, dawainusa.com – Naas tragis yang menimpa Yeremias Seran alias Be Uku Wekla (82) warga Desa Umatoos, Kabupaten Malaka yang hilang diterkam buaya pada Kamis, (4/1) meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan sahabat kenalan.

Agustina, istri Yeremias yang walaupun mengaku ikhlas dengan kepergian suaminya tetap dihantui  kegelisahan yang membuat dirinya shock dan sulit tidur.

“Mau tidur bagaimana kalau suami saya belum ditemukan. Hati saya tidak pernah tenang, gelisah terus. Saya maunya pergi cari terus sampai suami saya ketemu,” ujar Agustina seperti dilansir tribunnews.com, Jumat (5/1).

Baca juga: Merasa Dimanfaatkan, Raja Larantuka Kritik Para Calon Kepala Daerah di NTT

Dirinya berharap jasad sang suaminya bisa segera ditemukan. Ia ingin melihat langsung dan memakamkan jasad suaminya dengan baik.

“Biar ditemukan sudah meninggal juga tidak apa-apa, yang penting saya lihat jasad suami saya. Saya mau makamkan dia dengan baik-baik. Saya minta tolong kalau ada yang bisa bantu cari jasad suami saya tolong bantu saya,” ungkap Agustina.

Jasad Korban Belum Ditemukan

Berbagai cara telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk menemukan jasad Be Uku. Mulai dari menyusuri anak kali Benenain yang bermuara di pantai Abudenok, meminta bantuan pawang buaya hingga melakukan ritual adat meminta petunjuk para leluhur untuk menunjukkan lokasi di mana korban berada.

Namun, tampaknya usaha tersebut belum membuahkan hasil. Pencarian selama dua hari sejak hilangnya korban belum menunjukkan tanda-tanda ditemukannya korban.

Baca juga: Selama 2017, Sebanyak 62 TKI Ilegal Asal NTT di Malaysia Meninggal Dunia

“Sudah dua hari keluarga bersama masyarakat setempat mencari keberadaan korban. Ada yang menggunakan perahu, ada juga yang berjalan kaki menyusuri sepanjang kali,” kata Marsel Seran, anggota keluarga korban.

“Keluarga juga sudah memanggil pawang buaya dan melakukan ritual adat di rumah adat untuk meminta petunjuk para leluhur, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda terkait keberadaan korban,” ujarnya.

Marsel menceritakan, sejak Be Uku diterkam buaya, anak bungsu korban, Egidius Seran tak henti mencari keberadaan sang ayah. Egi hingga kini kata Marsel belum pulang ke rumah.

“Egi sangat terpukul. Dia tak lelah menyusuri kali mencari Ayahnya. Sudah dua hari tidak pulang rumah,”ungkap Marsel.

Menurut Kepala Desa Umatoss, Yuliana Hoar, sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, kepastian Yeremias meninggal diterkam buaya disampaikan oleh seorang warga yang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut.

“Ada seorang warga yang melihat saat di bawa buaya ke dalam kali. Korban sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain melambaikan tangan ke atas untuk meminta tolong. Warga tersebut langsung berlari ke kampung untuk menginformasikan kejadian tersebut,” kata Yuliana.

Pasca mendengar informasi tersebut, sejumlah polisi dari Polsek Malaka Barat mencari korban dengan menyusuri sungai tempat kejadian tersebut. Sejak saat itu Kpolsek Malaka, Ipda Samsul Bahri mengaku, pihaknya mencari korban untuk memastikan apakah masih ada atau jasadnya habis ditelan buaya.* (RAG)