KUPANG, dawainusa.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang menggelar aksi di depan Polda NTT pada Rabu (11/12).

Aksi ini dilakukan dalam rangka menyoal misteri meninggalnya seorang sopir di Dinas Perhubungan Kabupaten Ende bernama Anselmus Wora, yang saat ini kasusnya masih mengendap di pihak penyidik Kepolisian Resor Ende dibantu tim Polda NTT.

Baca juga: Seorang Ibu dan Anak di NTT Tewas Disambar Petir

Dari siaran pers yang diterima oleh Dawai Nusa pada Rabu (11/12), Presidum Gerakan Kemasyarakatan PMKRI cabang Kupang, Esto Ance menilai bahwa Kapolres Ende seperti sengaja tidak mengungkapkan kasus ini dengan baik.

“Ada unsur pembiaran oleh Kapolres Ende dalam mengungkapkan misteri kematian saudara Almarhum, Anselmus Wora,” kata Ance melalui siaran pers tersebut.

“Kami minta kepada Kapolda untuk melakukan penyidikan terhadap misteri kematian Almarhum Anselmus Wora. Kami segenap warga perhimpunan menyerukan, ‘tuntaskan misteri kematian Anselmus Wora yang terindikasi kematiannya tidak wajar,” lanjut dia.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung di PMKRI cabang Kupang di depan Kapolda NTT
Sejumlah mahasiswa yang tergabung di PMKRI cabang Kupang di depan Kapolda NTT – Foto: ist

Segera Ambil Alih Kasus Kematian Anselmus Wora

Selain itu, mereka juga menuntut pihak kepolisian Provinsi NTT melalui Intel Polda agar segera mengambil alih serta melakukan investigasi atas kasus kematian Anselmus Wora ini.

Mereka juga berharap agar persoalan ini dapat diselidiki secara terang benderang atau dilakukan secara transparan kepada publik tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng menyampaikan, “segenap warga perhimpunan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum, dan menyayangkan lambannya proses hukum yang ditangani Kapolres Ende.”

Baca juga: Terkuak, Ini Fakta di Balik Perselingkuhan Ari Askhara dengan Putri Novitasari

Goleng menilai bahwa sepertinya ada motif tertentu yang bersembuyi di balik kematian Anselmus Wora ini. Karena itu, ia berharap agar hal tersebut segera dibongkar oleh pihak kepolisian.

“Kami sadar bahwa aksi ini tidak kemudian mengembalikan nyawah almarhum, namun ini tanggung jawab moril soal kemanusiaan yang harus menemukan jalan. Kami termasuk keluarga hanya ingin mencari kebenaran atas kematian saudara kami,” kata Goleng.

“Melalui beberapa keterangan dan hasil kajian, kami menduga kematian almarhum sudah terencana oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan kepada Kapolda NTT kami menaruh harapan,” lanjut dia.

Selain mengatakan demikian, pihak PMKRI cabang Kupang juga mengecam sikap para penegak hukum yang dinilai sangat lamban dan antipati dalam upaya pengungkapan kebenaran dari kasus ini.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Cabang Kupang di depan gedung Polda NTT
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Cabang Kupang di depan gedung Polda NTT – Foto: ist

Mereka juga memberikan mosi tidak percaya kepada tim penyidik Kapolda NTT yang dipimpin oleh Wadirdireskrimum POLDA NTT. Ia dinilai, selain dalam kasus kematian Anselmus Wora, beberapa kasus pembunuhan lainnya di NTT juga tidak mampu diselesaikannya secara profesional.

Mosi ketidakpercayaan itu juga diberikan kepada Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin. Bahkan, pihak PMKRI cabang Kupang mendesak agar Kapolres Ende segera dicopot dari jabatannya.*

*Reporter: Robert Dagul