Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Apakah Fadli Zon Cs Bisa Dipidana?

Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Apakah Fadli Zon Cs Bisa Dipidana?

JAKARTA, dawainusa.com – Guru Besar Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Eddy Jiariej menilai bahwa politikus Fadli Zon cs belum tentu bisa diproses secara pidana.

“Objektif saja. Memang orang-orang seperti Fadli Zon itu tidak bisa dijerat, karena mereka juga korban kebohongan Ratna,” kata Eddy Hiariej dilansir CNN, Kamis (4/10).

Pernyataan Eddy tersebut merupakan tanggapan atas dilaporkannya Fadli Zon bersama sejumlah politisi lainnya  seperti Rachel Maryam, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief ke polisi atas tuduhan telah menyebarkan berita bohong soal kasus pembohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Prabowo Percaya Sarumpaet Dianiaya

Menurut Eddy, Fadli Zon bersama sejumlah politikus lainnya yang dilaporkan itu bisa saja dipidanakan asalkan mereka terbukti melakukan persekongkolan dengan Ratna Sarumpaet untuk menciptakan masalah tersebut. “Kecuali bisa dibuktikan ada persekongkolan, itu baru bisa [dijerat pidana],” ujar Eddy.

Untuk saat ini, demikian Eddy, satu-satunya orang yang bisa dipidanakan dalam kasus itu ialah Ratna Sarumpaet. “Tangkap, tangkap saja dia,” kata dia.

Adapun pasal yang menjerat Ratna Sarumpaet dalam kasus tersebut ialah Pasal 14 UU No 14 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Selain itu, ia juga bisa dijerat dengan pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tentang Pembohongan yang Dilakukan Ratna Sarumpaet

Seperti diketahui, kabar bohong terkait penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet itu sangat ramai di jagat media sosial belakangan ini.

Berita tersebut semakin heboh ketika Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dialami Ratna tersebut.

Diceritakan Nanik, insiden tersebut terjadi pada 21 September 2018 di wilayah Jawa Barat. “Ratna dihajar tiga orang 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung malam hari,” kata Nanik lewat siaran pers diterima, Selasa (2/10).

Saat itu, Ratna Sarumpaet baru saja menghadiri acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Ratna naik taksi bersama peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. Namun tetiba, taksi ditumpangi mereka dihentikan agak jauh dari keramaian.

Baca juga: Akhir Drama Sarumpaet, Prabowo Subianto Minta Maaf

“Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” lanjut Nanik.

Nanik meneruskan, usai dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” beber Nanik.

Ratna yang ditelantarkan di tengah jalan, dikatakan Nanik, berusaha mencari kendaraan untuk membawanya menuju rumah sakit terdekat. Untungnya, tindakan cepat bisa dilakukan sehingga pada malam itu juga Ratna memutuskan langsung pulang ke Jakarta.

Ratna Sarumpaet Sebut Diri sebagai Pencipta Hoaks Terbaik

Kabar tersebut sempat memantik reaksi dari banyak politisi yang satu kelompok dengan Ratna Sarumpaet seperti Fadli Zon. Bahkan masalah ini juga telah melibatkan Calon Presiden RI Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno.

Tanpa melakukan verifikasi lebih jauh, mereka langsung termakan dan percaya dengan apa yang disampaikan oleh Ratna Sarumpaet soal pengeroyokan dirinya itu.

Padahal, pada Rabu (3/10) kemarin, di hadapan publik Ratna Sarumpaet mengakui bahwa cerita soal pengeroyokan dirinya itu sebenarnya ialah tidak benar alias hoaks.

Ratna bahkan dengan tegas mengakui bahwa dirinya ialah seorang pencipta hoaks terbaik untuk saat ini karena telah berhasil menghebohkan sekian banyak orang termasuk Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Baca juga: Soal Ratna Sarumpaet yang Disebut Cut Nyak Dien dan Kartini Masa Kini

“Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semuanya” kata Ratna Sarumpaet dalam jumpa pers di kediamannya, Jl. Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Dengan mengakui bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya itu ialah sebuah berita bohong, Ratna kemudian meminta maaf kepada semua pihak yang telah menjadi korban dari kabar tersebut, termasuk kepada Prabowo Subianto dan Amien Rais.

“Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Tapi saya berjanji akan memperbaiki yang memberikan perjuangan kami yang sekarang terhenyak. Saya memohon maaf kepada Pak Amien Rais yang dengan sabar mendengar kebohongan saya,” ujar Ratna.*