Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar - ist
Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar

Kupang, dawainusa.com Kaderisasi Partai Golkar menjadi salah satu perhatian serius dalam Musyawarah Daerah (Musda) X yang baru saja digelar di Kupang pada Senin (2/3) malam.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena. Menurut Melki, Musda tidak sekedar musyawarah menghasilkan ketua, tapi konsolidasi organisasi sampai tingkat desa.

“Sudah cukup lamaa Golkar tidak kaderisasi. Karena itu Golkar NTT siap melakukan pengkaderan sampai tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Baca juga: Melki Laka Lena Kembali Nahkodai Golkar NTT

Menurut Melki, selama ini Partai Golkar tidak melakukan pengkaderan secara baik, karena itu dalam kepemimpinannya, akan fokus melakukan pengkaderan-pengkaderan.

“Saya akan lakukan pengkaderan sampai tingkat desa dan kelurahan. Pengkaderan ini perlu sehingga roda organisasi menjadi baik,” kata Melki.

Beri Porsi untuk Perempuan dan Anak Muda

Bagi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini, kepercayaan dari DPD Partai Golkar se-NTT itu akan menjadi titik awal dalam membangun Partai Golkar di NTT menjadi lebih baik lagi.

Selain itu, strategi kaderisasi Golkar juga akan memberikan ruang lebih kepada perempuan dan anak muda.

“Partai Golkar akan memberi ruang kepada perempuan dan anak muda. Karena itu, kedepan kami juga akan lebih memberi porsi besar kepada anak muda dan perempuan,” ujarnya.

Sebetulnya, arah kaderisasi Partai Golkar yang memberi perhatian cukup besar terhadap perempuan dan anak muda sudah sejak lama digaungkan Melki. Ia selalu mengajak kaum muda dan perempuan agar tidak takut berpolitik.

Pada 2018 lalu, dalam kegiatan Orientasi Partai Golkar di Borong, Manggarai Timur (Matim), Melki menyoroti pentingnya keterlibatan dan partisipasi politik bagi kaum muda dan perempuan NTT melalui partai Golkar.

“Kaum muda dan perempuan, jangan takut berpolitik sejauh Negara dan partai politik memberi ruang dan menjamin hak-hak politik. Kaum muda dan perempuan NTT punya potensi dan hak yang sama untuk tampil di panggung politik,” ungkapnya saat itu.

Kaum Muda jadi Corong

Menurut Melki, partisipasi kaum muda dan perempuan dalam pentas politik NTT harus menjadi corong baru pendekatan kaderisasi partai politik di NTT.

“Politik adalah soal kepercayaan. Anak-anak muda dan perempuan NTT memiliki potensi dan antusiasme untuk terjun di dunia politik. Corong politik harus dibuka oleh partai politik,” ungkapnya.

Melki mengharapkan agar ruang politik yang diberikan oleh Partai Golkar kepada kaum muda dan perempuan NTT, dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai ruang belajar, pembentukan karakter sebagai calon pemimpin, militansi sebagai kader partai serta investasi sosial sesuai potensi dan kemampuan yang dimiliki.

“Kaum muda dan perempuan juga merupakan tonggak partai Golkar di setiap daerah di NTT. Mari bersama Golkar NTT kita berjuang bersama, bekerja bersama untuk perubahan NTT menjadi lebih baik,” ajak Melki.*